Selamat Sempurna (SMSM) Masih Optimistis dengan Prospek Pasar Ekspor pada Tahun Depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) memproyeksikan laju bisnisnya masih akan berjalan positif di tahun depan. Hal tersebut didukung oleh prospek penjualan ekspor yang merupakan kontributor utama bisnis Selamat Sempurna selama ini. 

Chief Financial Officer SMSM Ang Andri Pribadi menyatakan, secara size market, kontribusi penjualan dari pasar luar negeri akan lebih menjanjikan dibandingkan dengan pasar domestik. Hal ini lantaran mayoritas penjualan SMSM ditujukan untuk pasar ekspor. 

Meski demikian, pasar ekspor juga ke depannya masih dihadapkan oleh beragam tantangan, seperti situasi makro ekonomi global, termasuk kondisi geopolitik yang masih berlanjut. 


“Kondisi dan situasi makro ekonomi global termasuk kondisi geopolitik yang masih berlanjut menjadi tantangan yang mungkin akan berpengaruh terhadap kinerja SMSM,” ungkap Ang, kepada Kontan.co.id beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Jelang Nataru, Okupansi Bisnis Properti WIKA Gedung (WEGE) Diproyeksikan Naik

Manajemen SMSM tidak memerinci lebih lanjut berapa target penjualan maupun laba di tahun depan. Namun, untuk tahun ini, pihaknya mengincar pertumbuhan pendapatan naik 5% dan laba bersih naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Selamat Sempurna juga sudah mulai melirik pasar komponen kendaraan listrik. Saat ini SMSM telah memproduksi sekitar 70P/N Filter terkait kendaraan listrik, seperti untuk baterai cooling filter dan cabin filter

Menurut Ang, prospek bisnis komponen kendaraan listrik cukup positif, namun demikian dalam jangka pendek belum terdapat hal yang signifikan mengingat permintaan untuk komponen kendaraan listrik tersebut baik pasar OEM/S dan pasar replacement belum signifikan. 

“Selain itu populasi kendaraan listrik yang masih sangat terbatas sehingga demand untuk komponen baik pasar OEM/S dan replacement masih belum signifikan,” jelasnya. 

Dari sisi belanja modal atau capital expenditure (Capex), SMSM merencanakan anggaran sekitar Rp 100 miliar-Rp 150 miliar. Di mana, rencana penggunaannya sama seperti capex tahun 2023 yakni maintenance capex rutin, peremajaan mesin sampai dengan otomatisasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi