KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Selamat Sempurna Tbk (
SMSM) optimistis prospek kinerja pada semester II-2026 masih akan tetap positif di tengah dinamika pasar dan kondisi ekonomi global. Emiten yang bergerak di bidang alat perlengkapan suku cadang mesin pabrik dan kendaraan tersebut melihat permintaan komponen di pasar domestik masih cukup kuat, terutama untuk segmen commercial vehicles dan heavy-duty. Wakil Direktur Utama SMSM Ang Andri Pribadi mengatakan perusahaan melihat prospek permintaan komponen di pasar domestik masih cukup positif, khususnya pada segmen commercial vehicles dan heavy-duty.
“Dengan salah satu indikatornya adalah pertumbuhan penjualan domestik sebesar 11,49% YoY pada semester I-2026,” ungkapnya, kepada Kontan.co.id, Minggu (30/8/2026).
Baca Juga: Selamat Sempurna (SMSM) Optimistis Penjualan dan Laba Tumbuh 5% pada 2026 Sebagai gambaran, Selamat Sempurna tercatat membukukan penjualan sebesar Rp 2,65 triliun pada semester I-2026, meningkat 3,65% dibandingkan Rp 2,55 triliun pada semester I-2025. Penjualan ekspor masih menjadi penopang utama kinerja perusahaan dengan porsi sebesar Rp 1,65 triliun. Namun, pasar ekspor terpantau stagnan pada periode ini dengan penurunan penjualan 0,62% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Rp 1 triliun sisanya berasal dari pasar domestik yang berhasil tumbuh 11,49% dari Rp 902 miliar pada semester I-2025. Meski demikian, manajemen tetap melihat prospek ekspor hingga akhir 2026 secara positif. Ia menyebut, SMSM akan terus memperkuat penetrasi di pasar yang telah ada sekaligus menjajaki peluang pasar dan pelanggan baru. Sebagai gambaran, penjualan SMSM ke Asia dan Amerika Serikat (AS) tercatat tumbuh 6,61% dan 8,48% dibandingkan tahun lalu.
Adapun, saat ini produk Selamat Sempurna telah dipasarkan ke lebih dari 125 negara, sehingga diversifikasi geografis tetap menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang.
“Lebih lanjut, Perseroan tetap mencermati daya beli, nilai tukar, harga bahan baku, biaya operasional, kondisi ekonomi global, dan persaingan industri, serta akan tetap fokus menjaga pertumbuhan yang sehat, efisiensi, dan daya saing,” imbuhnya. Dari sisi belanja modal atau capital expenditure (Capex), SMSM menyiapkan dana sekitar US$ 12 juta pada tahun 2026. Hingga paruh pertama lalu, realisasinya telah mencapai Rp97 miliar. Untuk penggunaan, dana capex tahun ini terutama digunakan untuk maintenance, penggantian dan peremajaan mesin serta peralatan produksi, serta investasi pada automation dan digitalisasi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News