Selamat Sempurna (SMSM) Optimistis Penjualan dan Laba Tumbuh 5% pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) masih melihat peluang untuk mencatatkan pertumbuhan kinerja pada 2026. Emiten yang bergerak di bidang alat perlengkapan suku cadang mesin pabrik dan kendaraan tersebut menargetkan penjualan dan laba bersih tumbuh sekitar 5% dibandingkan capaian 2025.

Optimisme tersebut ditopang oleh kinerja semester I-2026 yang masih mencatatkan pertumbuhan. Selama enam bulan pertama tahun ini, Selamat Sempurna membukukan penjualan sebesar Rp 2,65 triliun, naik 3,65% dibandingkan Rp 2,55 triliun pada semester I-2025.

Penjualan ekspor masih menjadi penopang utama kinerja perusahaan dengan kontribusi sebesar Rp 1,65 triliun. Sementara itu, sekitar Rp 1 triliun berasal dari pasar domestik.


Wakil Direktur Utama SMSM Ang Andri Pribadi mengatakan, Perusahaan masih optimistis dapat mencapai target pertumbuhan sekitar 5% baik untuk penjualan maupun laba bersih. Optimisme ini sejalan dengan pencapaian semester pertama lalu serta kondisi bisnis saat ini.

Baca Juga: Tak Sekadar Ekstraksi, Inilah Babak Baru Peta Jalan Industri Pertambangan Indonesia

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari memperkuat pasar aftermarket domestik dan ekspor hingga mengembangkan segmen-segmen yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan.

“Kami juga menjaga efisiensi operasional dan profitabilitas,” ungkap Ang, kepada Kontan.co.id, Minggu (30/8/2026).

Ang menuturkan, prospek bisnis perusahaan sangat dipengaruhi oleh populasi dan utilisasi kendaraan serta kebutuhan perawatan dan penggantian komponen. Maklumlah, mayoritas atau 85% pendapatan SMSM masih berasal dari pasar aftermarket.

Di sisi lain, pertumbuhan penjualan mobil nasional juga tetap menjadi indikator positif, namun dampaknya relatif tidak signifikan terhadap pasar OEM/OES perusahaan.

“Dalam jangka panjang, pertumbuhan kendaraan baru akan memperluas basis pasar aftermarket Perseroan,” ucapnya.

 
SMSM Chart by TradingView

Memasuki semester II-2026, perusahaan melihat prospek permintaan komponen otomotif masih cukup positif, khususnya pada segmen commercial vehicles dan heavy-duty. Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan penjualan domestik sebesar 11,49% YoY pada semester I-2026.

Demikian juga dengan penjualan ekspor yang diharapkan membaik sejalan dengan tensi geopolitik yang mulai melandai.

Meski begitu, SMSM tetap mencermati sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan, seperti daya beli, nilai tukar, harga bahan baku, biaya operasional, kondisi ekonomi global, dan persaingan industri.

“Serta akan tetap fokus menjaga pertumbuhan yang sehat, efisiensi, dan daya saing,” sebut Ang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News