Selat Hormuz Ditutup, Wilmar Cahaya (CEKA) Hadapi Kenaikan Harga Bahan Baku 10%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akibat penutupan Selat Hormuz, PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) menghadapi kenaikan harga bahan baku crude palm oil (CPO) dan palm kernel hingga 10% dari harga sebelumnya. 

Sekretaris Perusahaan Wilmar Cahaya Indonesia Emmanuel Dwi Iriyadi menjelaskan, penutupan Selat Hormuz menyebabkan harga minyak bumi mengalami kenaikan, yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku.  

“Ini juga berdampak pada peningkatan harga bahan pembantu dan juga berdampak pada peningkatan biaya logistik ,” tulisnya dalam keterbukaan informasi tertanggal 18 Maret 2026. 


Emmanuel mengatakan, akibatnya CEKA membutuhkan biaya yang lebih banyak antara lain untuk membeli bahan baku CPO dan bahan baku palm kernel termasuk biaya bahan pembantu dan logistik. 

Baca Juga: Kinerja Putra Mandiri Jembar (PMJS) Melonjak 7% pada 2025, Ini Rinciannya

“Walaupun Perseroan tidak memiliki operasi langsung yang signifikan di negara yang terlibat dalam konflik, tetapi dampak ekonomi yang lebih luas dapat memengaruhi operasi dan kinerja keuangan secara tidak langsung,” katanya. 

Emmanuel bilang, saat ini manajemen CEKA masih memonitor perkembangan terkait penutupan Selat Hormuz dan menilai potensi dampaknya pada periode pelaporan berikutnya. 

Seperti diketahui, ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian geopolitik dan volatilitas di pasar keuangan, energi global, gangguan pada rantai pasok dan logistik global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News