KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah segera mempercepat langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran. Eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tersebut dinilai memicu risiko serius bagi stabilitas rantai pasok global. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa menyatakan, ancaman gangguan di Laut Merah dapat mempersempit jalur alternatif pengiriman energi. Menurutnya, kondisi terkini bahkan sudah menyebabkan lalu lintas kapal tanker yang melalui Selat Hormuz menjadi sangat terganggu. "Kami melihat eskalasi di Selat Hormuz dan potensi meluasnya gangguan ke Laut Merah merupakan risiko yang sangat serius bagi rantai pasok global. Kondisi terkini bahkan sudah menyebabkan lalu lintas tanker melalui Hormuz sangat terganggu, sementara ancaman gangguan di Laut Merah dapat mempersempit jalur alternatif pengiriman energi dari kawasan Timur Tengah," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (19/7/2026).
Selat Hormuz Kembali Ditutup, Kadin Minta Pemerintah Siapkan Mitigasi Rantai Pasok
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah segera mempercepat langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran. Eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tersebut dinilai memicu risiko serius bagi stabilitas rantai pasok global. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa menyatakan, ancaman gangguan di Laut Merah dapat mempersempit jalur alternatif pengiriman energi. Menurutnya, kondisi terkini bahkan sudah menyebabkan lalu lintas kapal tanker yang melalui Selat Hormuz menjadi sangat terganggu. "Kami melihat eskalasi di Selat Hormuz dan potensi meluasnya gangguan ke Laut Merah merupakan risiko yang sangat serius bagi rantai pasok global. Kondisi terkini bahkan sudah menyebabkan lalu lintas tanker melalui Hormuz sangat terganggu, sementara ancaman gangguan di Laut Merah dapat mempersempit jalur alternatif pengiriman energi dari kawasan Timur Tengah," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (19/7/2026).