KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. Eskalasi militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran serius terhadap kelangsungan pasokan minyak dan gas dunia, terutama setelah Teheran menyatakan menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz. Mengutip Bloomberg dan Reuters (1/3), selat sempit tersebut bukan jalur biasa. Sekitar 20% minyak dan LNG global melintas setiap hari melalui rute ini, termasuk ekspor utama dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, Kuwait, dan Iran. Qatar salah satu pemasok LNG terbesar dunia juga sangat bergantung pada jalur tersebut. Artinya, gangguan sekecil apa pun langsung diterjemahkan pasar sebagai ancaman pasokan. Sejumlah pemilik kapal tanker, perusahaan minyak, dan rumah dagang komoditas dilaporkan menahan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan LNG. Sumber perdagangan menyebut beberapa kapal memilih berlabuh di perairan Teluk menunggu kepastian keamanan. Citra pelacak kapal menunjukkan antrean tanker di sekitar Fujairah, Uni Emirat Arab.
Selat Hormuz Kritis, 20% Minyak Dunia Kini Terancam
KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. Eskalasi militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran serius terhadap kelangsungan pasokan minyak dan gas dunia, terutama setelah Teheran menyatakan menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz. Mengutip Bloomberg dan Reuters (1/3), selat sempit tersebut bukan jalur biasa. Sekitar 20% minyak dan LNG global melintas setiap hari melalui rute ini, termasuk ekspor utama dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, Kuwait, dan Iran. Qatar salah satu pemasok LNG terbesar dunia juga sangat bergantung pada jalur tersebut. Artinya, gangguan sekecil apa pun langsung diterjemahkan pasar sebagai ancaman pasokan. Sejumlah pemilik kapal tanker, perusahaan minyak, dan rumah dagang komoditas dilaporkan menahan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan LNG. Sumber perdagangan menyebut beberapa kapal memilih berlabuh di perairan Teluk menunggu kepastian keamanan. Citra pelacak kapal menunjukkan antrean tanker di sekitar Fujairah, Uni Emirat Arab.
TAG: