Selat Hormuz Memanas: Harga Minyak Kembali ke Level Krusial US$ 100 Per Barel



KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak kembali melonjak di atas US$ 100 per barel di awal pekan ini karena Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) bersiap untuk memblokir kapal-kapal yang menuju dan dari Iran melalui Selat Hormuz. Ini jadi langkah yang dapat membatasi ekspor minyak Iran, setelah Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Senin (13/4/2026) pukul 15.30 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Juni 2026 menguat US$ 7,03 atau 7,4% menjadi US$ 102,23 per barel, setelah ditutup melemah 0,75% pada Jumat (10/4/2026). 

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei 2026 menguat US$ 7,31 atau 7,6% ke US$ 103,88 per barel, setelah ditutup turun 1,33% pada sesi sebelumnya. 


Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz, meningkatkan taruhan setelah pembicaraan maraton dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dan membahayakan gencatan senjata dua minggu yang rapuh. 

Baca Juga: Rupiah Tertekan Imbas Kebuntuan AS–Iran, Ini Strategi Investor Hadapi Volatilitas

Ia menambahkan, harga minyak dan bensin mungkin tetap tinggi hingga pemilihan paruh waktu AS pada bulan November, sebuah pengakuan langka atas potensi dampak politik dari keputusannya untuk menyerang Iran enam minggu lalu.

"Blokade AS yang diumumkan menandai pengakuan bahwa premis utama gencatan senjata - setidaknya sebagaimana ditafsirkan oleh AS - yaitu pembukaan kembali Selat, tidak dapat dipertahankan untuk saat ini," kata analis bank Nordic SEB, Erik Meyersson. 

Komando Pusat AS mengatakan pasukan AS akan mulai menerapkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran pada pukul 10 pagi ET (1400 GMT) pada hari Senin.

Blokade tersebut akan "diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman," kata pernyataan CENTCOM pada hari Rabu.

Pasukan AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz ke dan dari pelabuhan non-Iran, tambahnya.

Garda Revolusi Iran mengatakan pada hari Minggu bahwa setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak dengan keras dan tegas. 

Harga minyak mentah fisik diperdagangkan dengan premi yang signifikan dibandingkan dengan harga berjangka, dengan beberapa jenis sudah mencapai rekor tertinggi sekitar US$ 150 per barel.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp 17.105 Per Dolar AS Hari Ini (13/4), Asia Turun

"Presiden Trump memang mendukung ancaman blokadenya dengan kapal-kapal nyata, konvergensi antara pasar kertas dan fisik mungkin akan segera terjadi," kata analis RBC Capital Markets, Helima Croft. 

Kapal tanker minyak menghindari Selat Hormuz menjelang blokade AS terhadap Iran, data pengiriman di LSEG menunjukkan. Namun, tiga kapal tanker super yang penuh muatan minyak melewati Selat Hormuz pada hari Sabtu, menurut data perkapalan. Kapal-kapal tersebut tampaknya merupakan kapal pertama yang keluar dari Teluk sejak kesepakatan gencatan senjata tercapai pekan lalu. 

Pada hari Minggu, Arab Saudi mengatakan telah memulihkan kapasitas pemompaan minyak penuh melalui pipa Timur-Barat menjadi sekitar 7 juta barel per hari, beberapa hari setelah memberikan penilaian kerusakan pada sektor energinya akibat serangan selama konflik Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News