KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Selatox Bio Pharma (Selatox) meresmikan fasilitas manufaktur biofarmasi di Cikarang, Jawa Barat, sebagai langkah memperkuat kapasitas produksi sekaligus mendukung ambisi perusahaan menjadi pusat manufaktur biofarmasi bertaraf global. Fasilitas tersebut akan menjadi basis produksi produk biofarmasi estetika yang tengah dikembangkan perusahaan. Peresmian fasilitas tersebut juga berbarengan dengan diperolehnya sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.
Sertifikasi itu menandakan fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu Selatox telah memenuhi standar yang ditetapkan regulator untuk memproduksi produk biofarmasi secara konsisten. Chief Executive Officer Selatox Joh Young Hoon mengatakan, pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam membangun industri biofarmasi di Indonesia.
Baca Juga: Bidik Pertumbuhan Biofarmasi ASEAN, NBF Perkuat Kapasitas CDMO, Investasi US$ 80 Juta "Perolehan sertifikasi CPOB dari BPOM merupakan pencapaian penting bagi Selatox. Sertifikasi ini menegaskan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu kami telah memenuhi standar yang ditetapkan," ujar Joh Young Hoon dalam keterangan resminya, Senin (20/7/2026). Ia mengatakan, perusahaan akan mengintegrasikan riset dan pengembangan (R&D), manufaktur, hingga operasional bisnis global sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem biofarmasi yang terintegrasi. "Ke depan, kami juga akan terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia lokal serta penerapan teknologi manufaktur berstandar internasional untuk berkontribusi terhadap kemajuan industri farmasi dan bioteknologi Indonesia," katanya. Fasilitas manufaktur Selatox dilengkapi sistem produksi berteknologi maju, area produksi steril, serta sistem manajemen mutu yang mencakup seluruh proses produksi, mulai dari penerimaan bahan baku, proses manufaktur, pengujian mutu, hingga distribusi. Perusahaan juga menerapkan sistem rantai dingin (
cold chain) untuk menjaga stabilitas produk biologis yang sensitif terhadap suhu. Selatox merupakan perusahaan biofarmasi yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan manufaktur produk berbasis
Botulinum Toxin Type A untuk kebutuhan estetika medis. Produk unggulannya, SELATOXIN, saat ini masih menjalani tahap pengembangan klinis sebagai bagian dari persiapan menuju komersialisasi di pasar domestik maupun internasional. Baca Juga: Bio Farma Fokus Benahi Anak Usaha, Indofarma Catat Perkembangan Positif Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Transformasi Sistem Kesehatan Agus Tjahajana Wirakusumah menilai kehadiran fasilitas tersebut dapat mendukung penguatan ketahanan kesehatan nasional melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri dan penguasaan teknologi. "Sejalan dengan agenda transformasi sistemkesehatan, pemerintah terus mendorong terwujudnya ketahanankesehatan nasional melalui penguatan kapasitas produksi dalam negeri, penguasaan teknologi, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan. Kehadiran fasilitas manufaktur sepertiPT. Selatox Bio Pharma diharapkan dapat mendukung kemandirianfarmasi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatannasional," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan perolehan sertifikasi CPOB mencerminkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat produk, sekaligus memperkuat industri farmasi dan biofarmasi nasional. "Seiring dengan peresmian fasilitas manufaktur dan diperolehnyasertifikasi CPOB, Selatox berkomitmen untuk mendukungpengembangan Indonesia sebagai pusat biofarmasi estetika yang mengintegrasikan riset dan pengembangan, manufaktur, serta operasionalbisnis global. Berlandaskan kualitas dan kepercayaan, Selatox juga menargetkan untuk terus bertumbuh sebagai perusahaan manufakturbiofarmasi bertaraf global," pungkas Taruna.
Baca Juga: Bio Farma Siapkan Vaksin Tifoid Bio-TCV untuk Pasar Domestik dan Ekspor Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News