Semakin Kuat Kuasai Pasar KPR Subsidi, BSN Berhasil Salurkan 16.523 Unit Rumah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Nasional (BSN) memperkuat posisinya sebagai salah satu bank penyalur Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Subsidi.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjann Noor menyebut hingga April 2026, banknya telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 16.523 unit. Jumlah tersebut setara dengan total plafon pembiayaan sebesar Rp 2,7 triliun.

Baca Juga: Penyaluran Pinjaman LKM Terkontraksi 5,66% per Maret 2026, Ini Kata Aslindo


"Sebelumnya di 2025, realisasi KPR subsidi sebesar 59.463 unit, tahun ini kita targetkan sebanyak 73.700 unit. Ini bentuk komitmen Bank BSN untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah," kata Alex dalam keterangan resminya, Kamis (14/5/2026).

Dengan hasil penyaluran hingga April 2026 itu, Bank BSN berhasil menempati posisi kedua secara nasional sebagai bank penyalur perumahan KPR Subsidi dengan pangsa pasar sebesar 23,4%.

Adapun dalam segmen perbankan syariah, Bank BSN menempati posisi pertama dengan menguasai 84% pangsa pasar KPR Subsidi Syariah atau setara 16.523 unit.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengapresiasi kinerja Bank BSN. Ia yakin Bank BSN bisa mencapai target KPR Subsidi yang sudah ditetapkan.

"Untuk target 73.700, saya optimis tercapai sesudah melihat langkah-langkah, SDM yang dipersiapkan, juga peta jalan Bank BSN," kata Maruarar dalam keterangan yang sama.

Untuk mengejar target tersebut, Bank BSN didorong pemerintah melalui Program KUR Perumahan senilai Rp 500 miliar. Program ini diproyeksikan akan mulai berjalan paling lama dua bulan ke depan.

Selain itu, Alex juga menyebut Bank BSN tengah bersiap untuk membuka produk pembiayaan rumah tapak dan rumah susun subsidi.

Bank BSN juga memiliki proyek mercusuar berupa rencana pengembangan Kota Baru di Kabupaten Tangerang menggunakan lahan seluas 3 hingga 4 hektar dari Kementerian Hukum.

Proyek Kota Baru ini diharapkan dapat menjadi contoh kawasan terpadu bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan menengah tanggung ke depannya.

Alex juga menyebut bank yang dipimpinnya saat ini sdang menjajaki simulasi KPR dengan opsi tenor panjang hingga 40 tahun.

"Opsi ini ditujukan terutama bagi pekerja muda seperti PNS, TNI, dan Polri yang baru memulai karier," tulisnya.

Baca Juga: AAUI Sebut Reasuransi Perlu Terapkan Upaya Ini Antisipasi Dampak Pelemahan Rupiah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News