KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usia senja tidak mematahkan semangat untuk tetap terus tetap berkarya. Hal inilah yang terjadi pada Cherryma Siregar yang saat ini sudah menjejaki usia 73 tahun. Pemilik La Cherry Handicraft ini masih penuh asa mengembangkan usaha aneka produk kerajinan tangan alias handmade yang dia rintis sejak 2011. Kemunculan La Cherry berawal dari hobi Cherryma untuk membuat barang-barang yang tidak terpakai menjadi produk yang estetis.
Awalnya, ia mengubah kain-kain perca bekas menjadi berbagai macam aksesori, termasuk untuk peralatan rumahtangga, seperti tudung saji, tempat air mineral, tutup galon, tempat tisu, taplak meja, dan bantalan kursi.
Baca Juga: Mencetak Fulus dari Produk Fesyen Hijau Tak disangka, usaha dan kreativitas Cherryma membuahkan hasil. Tak hanya mendapatkan sambutan dari pelanggan, La Cherry Handicraft juga meraih sejumlah apresiasi. Salah satunya, menjadi juara di lingkup Provinsi DKI Jakarta untuk kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) pada 2011. Cherryma tak berpuas diri. Dia terus berkarya untuk mengembangkan usaha La Cherry, yang ia lakukan secara bertahap dengan melihat prospek pasar dan inovasi produk. Mulai dari perlengkapan rumahtangga hingga aksesori etnik.
Baca Juga: Aroma Cuan dari Usaha Parfum Masih Semerbak La Cherry juga merambah produksi aksesori wanita, antara lain berupa kalung, gelang, anting, belt, hijab, serta aneka tas. "Semua diproduksi secara
handmade. Di usia yang 73 tahun, saya masih tetap ingin produktif dan yang bisa dilakukan adalah berkarya terus sampai akhir," kata Cherryma kepada KONTAN, Kamis (27/8) lalu. Untuk mengerjakan beragam produk kerajinan, saat ini Cherryma dibantu oleh tiga tenaga kerja yang memproduksinya di galeri LaCherry yang berlokasi di Jalan Kwitang Timur Nomor 45, Senen, Jakarta Pusat. Adapun harga-harga produk dari La Cherry bervariasi mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 300.000 per item.
Baca Juga: Wangi Cuan dari Pengeringan Biji Kopi "Produk yang sekarang paling banyak diminati adalah aksesori wanita etnik. Pengembangan produk La Cherry akan terus dilakukan dengan tetap melihat tren, apa yang banyak diminati publik. Dari situ kami sudah punya gambaran, apa yang bisa diterima oleh calon pembeli," ujarnya. Produk La Cherry juga dipasarkan di berbagai tempat, seperti Galeri Dekranasda Kota Tua, Galeri Wali Kota Jakarta Pusat, Thamrin City, dan Tavia Heritage Hotel.
Baca Juga: Fulus dari Aneka Camilan Penggugah Selera Selain aktif mengikuti berbagai pameran kerajinan, produk La Cherry juga dipasarkan secara online melalui akun Instagram
lacherry_handicraft. Tanpa menyebut besaran pendapatan, Cherryma mengklaim, untuk pemasaran aneka produk kerajinan tangan La Cherry di pasar lokal masih terbilang cukup positif. "Untuk perluasan pasar atau ekspor, dari beberapa diskusi, ada potensi menjangkau beberapa negara," tambahnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News