Sembuh dari Covid-19, Presiden Brasil buka masker saat bertemu pendukungnya



KONTAN.CO.ID - BRASILIA. Presiden Brasil Jair Bolsonaro kembali berulah. Senin (27/7), Bolsonaro kembali melepas masker nya di depan umum ketika dia menyapa para pendukung di Brasilia, beberapa hari setelah mengatakan dirinya sudah pulih dari virus corona. 

Seperti diketahui, pemimpin sayap kanan itu dinyatakan positif terkena virus corona di awal bulan ini dan melakukan karantina di kediamannya. Tetapi pada Sabtu (25/7), Bolsonaro mengungkapkan bahwa tes virus corona terakhirnya akhirnya negatif.

Baca Juga: Duh, Rekor Baru Kasus Positif Corona Melanda 40 Negara


"Saya tidak punya masalah," kata Bolsonaro, Senin (27/7). "Bagi orang-orang yang memiliki masalah kesehatan sebelumnya dan usia tertentu, apa pun bisa berbahaya," tambah dia. 

Bolsonaro pun telah dikritik karena meminimalkan tingkat keparahan Covid-19 dan tidak berbuat banyak untuk menghentikan penyebaran virus corona bahkan ketika jumlah kematian di Brasil meroket. Kini, Brasil pun menjadi negara dengan pandemi virus corona terburuk di luar Amerika Serikat (AS). 

Berdiri di luar Istana Alvorada, kediaman resminya, Bolsonaro melepas masker nya setelah para pendukung meminta agar ia melepaskannya sehingga mereka dapat mengambil foto dan berfoto selfie dengannya.

Awalnya, Bolsonaro mengatakan dia tidak akan melepas masker nya karena dia akan berakhir "di halaman depan surat kabar besok" jika dia melakukannya, tetapi akhirnya Bolsonaro melakukannya untuk periode waktu singkat untuk menanggapi para pendukung.

Asosiasi Pers Brasil mengajukan pengaduan pidana terhadap Bolsonaro awal bulan ini karena ia melepas masker nya di hadapan para wartawan tepat ketika dirinya mengumumkan bahwa dia dinyatakan positif mengidap virus corona. Kelompok itu menuduh Bolsonaro membahayakan kesehatan mereka yang hadir di konferensi pers.

Baca Juga: Duh, ada 37 negara yang laporkan rekor baru peningkatan kasus corona

Pada hari Senin, Brasil melaporkan total 2.442.375 kasus virus corona yang dikonfirmasi dan 87.618 kematian. Jumlah kasus baru mencapai 23.384, sementara ada 614 kematian baru

Editor: Anna Suci Perwitasari