Semen Baturaja memfokuskan bisnis ke pasar utama



JAKARTA. PT Semen Baturaja Tbk punya cara menjaga efisiensi perusahaan. Pramudji Raharjo, Direktur Utama Semen Baturaja menyampaikan, dengan kondisi pasar saat ini, maka efisiensi dilakukan dengan fokus pada daerah yang menghasilkan revenue tinggi.

"Khususnya daerah Sumatera Bagian Selatan. Wilayah ini kan lain pertumbuhannya dengan daerah lain, karena proyek-proyek sudah berjalan," terang Pramudji, Senin (11/4).

Selain itu, lanjut Pramudji, Semen Baturaja juga memaksimalkan pemasaran dan distribusi. Salah satunya dengan menggunakan kereta sebagai distribusi karena biayanya murah.


Tahun ini, Semen Baturaja menargetkan volume penjualan meningkat 13,8% menjadi 1,75 juta ton dari sebelumnya 1,54 juta ton. "Melalui pertumbuhan tersebut, diharapkan menghasilkan revenue Rp 1,69 triliun atau meningkat 16% dari tahun 2015 Rp 1,46 triliun," kata Pramudji.

Adapun, beberapa proyek pendorong penjualan Semen Baturaja antara lain pembangunan LRT Bandara Sultan Mahmud Badarudin II - Jakabaring, Jalan Tol Trans Sumatera seksi Palembang- Indrajaya, penunjang Asian Games seperti fly over, sarana olahraga, dan perhotelan, serta pembangunan lain seperti PLTU, pabrik kertas maupun pembangunan properti.

Pramudji menambahkan, perseroan juga sedang memproses pembangunan pabrik Baturaja II yang diharapkan bisa beroperasi pada semester I 2017 dengan kapasitas produksi 1,85 juta ton. "Untuk pabrik ini, kami akan menarik pinjaman sekitar Rp 600 miliar dari BNI pada kuartal IV nanti," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News