Semen Indonesia (SMGR) Rapikan Bisnis Lewat Merger Internal, Simak Prospek Sahamnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tengah merapikan struktur bisnis melalui merger internal sejumlah anak usaha.

Langkah ini berpotensi membuat struktur grup lebih sederhana sekaligus membuka ruang efisiensi di tengah perbaikan kinerja perseroan pada semester I-2026.

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026, SMGR meneken dua Perjanjian Penggabungan Bersyarat pada 21 Agustus 2026. Pertama, PT Semen Indonesia Beton (SIB), PT Solusi Bangun Beton (SBB), dan PT Readymix Concrete Indonesia (RCI) akan digabung ke PT Varia Usaha Beton (VUB).


Baca Juga: Cetak Kinerja Positif, Simak Prospek Saham ADRO dan ADMR

Kedua, PT Semen Indonesia Distributor (SID) akan menjadi entitas yang bertahan setelah penggabungan dengan PT Semen Kupang Indonesia (SKI), PT Semen Indonesia International (SII), PT Bima Sepaja Abadi (BSA), PT Bima Sepaja Abadi Logistik (BSAL), PT Sepatim Batamtama (SEPATIM), PT Sinergi Informatika Semen Indonesia (SISI), dan PT Sinergi Mitra Investama (SMI).

Manajemen SMGR menyebut aksi tersebut merupakan bagian dari penataan atau streamlining grup untuk memperkuat dan mengintegrasikan portofolio bisnis agregat, beton, serta distribusi.

Penggabungan tersebut masih bersifat bersyarat dan baru efektif setelah memperoleh persetujuan Menteri Hukum atas perubahan anggaran dasar VUB dan SID.

Batas akhir pemenuhan syarat pendahuluan ditetapkan 30 September 2026, kecuali diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menilai konsolidasi tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap efisiensi grup.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Genjot Bisnis Non-Semen, Bidik 89% Potensi Material Konstruksi

Penyatuan bisnis beton dan distribusi dapat mengurangi duplikasi biaya, meningkatkan utilisasi aset, memperkuat pengadaan, serta membuat rantai distribusi lebih efisien.

“Dalam jangka menengah, konsolidasi ini seharusnya membantu menekan operating cost dan memperbaiki efisiensi, meski dampaknya terhadap margin kemungkinan belum besar dalam jangka pendek karena masih ada proses integrasi,” kata Elandry kepada Kontan.

Di sisi lain, kinerja SMGR mulai menunjukkan pemulihan. Pendapatan pada semester I-2026 tumbuh 13,1% secara tahunan menjadi sekitar Rp17,64 triliun.

 
SMGR Chart by TradingView

Laba bersih melonjak 408,9% menjadi Rp228,25 miliar, berbalik dari rugi Rp8,15 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perbaikan tersebut ditopang kenaikan volume penjualan semen sebesar 5,6% menjadi 18,28 juta ton. Penjualan domestik tumbuh 9,7%, sedangkan penjualan semen kantong meningkat 11,2%. Pada saat yang sama, beban keuangan bersih turun 34,5% sejalan dengan penurunan utang berbunga.

Elandry menilai momentum perbaikan masih berpeluang berlanjut pada semester II-2026, terutama jika belanja pemerintah dan aktivitas konstruksi meningkat, permintaan semen curah pulih, serta ekspor semen khusus ke Amerika Serikat tetap berjalan.

Namun, tekanan kelebihan kapasitas, persaingan harga, biaya energi dan logistik, serta daya beli sektor properti masih menjadi risiko.

Baca Juga: Strategi Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Bisnis Semen Rendah Karbon

Selain fokus pada penataan bisnis dan kinerja, SMGR juga menjadi penanggung jawab program Relawan Bakti BUMN (RBB) 2026 batch IX di Pantai Bahak, Probolinggo, Jawa Timur. Program yang digelar 16–19 Agustus 2026 ini melibatkan 10 relawan dari berbagai BUMN untuk mendukung konservasi mangrove sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir.

Dalam program bertema Generasi Aktif Solidaritas Pesisir & Olah Lingkungan (GASPOL), para relawan menanam 5.000 bibit mangrove dan cemara udang, membersihkan pantai, membangun rumah pembibitan, serta mendampingi UMKM pesisir melalui pelatihan digital, branding, dan pemasaran. Kegiatan juga mencakup edukasi lingkungan dan ekosistem mangrove bagi masyarakat dan pelajar.

"Pelestarian ekosistem mangrove perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat," ujar Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra.

Kegiatan ini melanjutkan upaya SIG di Pantai Bahak yang sebelumnya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menanam 17.845 bibit mangrove pada Agustus 2025. Selain konservasi, SIG mendorong pemanfaatan kawasan sebagai ruang edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan UMKM dan ekowisata.

Rekomendasi saham

Dari sisi investasi, lonjakan laba memberikan katalis positif bagi saham SMGR. Namun, investor masih perlu melihat apakah pemulihan margin dan laba dapat berlanjut setelah efek basis rendah pada tahun sebelumnya.

Elandry merekomendasikan accumulate on weakness untuk SMGR dengan target harga Rp2.100 per saham. Sementara itu, Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memberikan rekomendasi hold dengan target harga Rp1.825 per saham.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Bisnis Semen Rendah Karbon

Katalis utama SMGR ke depan berasal dari keberlanjutan pertumbuhan volume, stabilitas harga jual, efisiensi biaya, penurunan beban keuangan, serta manfaat merger internal.

Sebaliknya, kelebihan kapasitas industri dan persaingan harga tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News