Semen Indonesia (SMGR) Optimistis dengan Prospek Industri Semen hingga 2027



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengaku optimistis dengan prospek industri semen hingga tahun 2027.

Direktur Utama SMGR, Indrieffouny Indra mengatakan, bahwa perseroan optimistis industri semen akan memiliki prospek yang positif hingga tahun 2027 didukung oleh program-program pemerintah yang menjadi penggerak untuk permintaan semen. 

Seperti yang sudah berjalan adalah program 3 juta rumah, kemudian pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan pembangunan infrastruktur nasional dan daerah. Lalu, ada juga di tahun ini akan segera dimulai pembangunan Giant Sea Wall.


“Kemudian, hal itu didukung juga oleh investasi industri dan hilirisasi, serta pembangunan oleh sektor swasta yang meliputi high-rise residential, commercial area, dan data center,” ujarnya dalam Public Expose Live SMGR, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Laba Semen Indonesia (SMGR) Melesat Jadi Rp 228 Miliar Semester I-2026

Indrieffouny bilang, semua hal itu akan mendorong pertumbuhan, sudah pasti akan mendorong pertumbuhan semen nasional. 

Kemudian, sebagai korporasi yang berbisnis di dalam solusi bahan bangunan, SMGR juga memiliki solusi bahan bangunan yang inovatif untuk memenuhi berbagai kebutuhan konstruksi.

“Operasional perusahaan juga didukung oleh jaringan produksi dan distribusi yang luas di seluruh Indonesia dan menjangkau daerah-daerah terpencil,” katanya.

Wakil Direktur Utama SMGR, Andriano Hosny Panangian mengatakan, perseroan juga menyampaikan beberapa strategi dalam melakukan perbaikan bisnis dan menjaga pendapatan.

Pertama, SMGR melakukan beberapa perbaikan channel management dan ways of working untuk bisa lebih dekat ke retail-retail store, yaitu toko bangunan, ekosistem tukang, dan ekosistem kontraktor yang menjadi driver utama dari konsumsi semen, terutama di segmen retail. 

“Terkait dengan penataan dari sisi supply chain dan logistic management, untuk bisa mengoptimalkan dan mengefisienkan delivery produk-produk semen kami ke segmen retail.

Baca Juga: Cek Prospek Semen Indonesia (SMGR) di Tengah Kenaikan Laba & Rencana Merger Internal

Kedua, SMGR memperluas cakupan penetrasi pasar di segmen project, industrial yang membutuhkan semen. Hal tersebut juga dilakukan dengan mengoptimalisasikan sumber daya yang ada di anak-anak usaha di seluruh wilayah Indonesia.

“Ketiga, melakukan penguatan portofolio produk non-semen seperti ready mix, bata interlock presisi, dan produk turunan lainnya,” paparnya.

Andriano menuturkan, setelah penataan bisnis dilakukan untuk bisa mendapatkan profil pendapatan yang lebih sehat, SMGR juga perlu melakukan optimalisasi biaya, efisiensi biaya. 

Hal tersebut dilakukan SMGR dengan pengendalian terhadap beberapa biaya di COGS maupun overhead yang telah berhasil menjaga stabilitas margin keuangan dan profitabilitas seperti yang terlihat dari pencapaian EBITDA dan bottom line SIG sampai dengan semester I 2026.

Dengan kondisi tersebut, Semen Indonesia juga mendorong penguatan sumber daya struktur dan tata kelola dengan melakukan streamlining dan restrukturisasi anak-anak usaha.

“Kami melakukan penataan, beberapa konsolidasi merger di level anak-anak usaha agar terjadi optimalisasi untuk mendukung pengembangan penetrasi bisnis kita di industri bahan bangunan,” tuturnya.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Rapikan Bisnis Lewat Merger Internal, Simak Prospek Sahamnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News