KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dinilai perlu berhati-hati terhadap kondisi keuangannya di masa mendatang. Hal ini setelah produsen semen tersebut memperoleh pinjaman dari sindikasi keuangan sebesar Rp 9,35 triliun dengan tingkat bunga mengambang JIBOR 3 bulan + 185 bps. Sekadar informasi, beberapa waktu lalu SMGR mendapat dana pinjaman dari tujuh bank. Dua di antaranya merupakan bank pelat merah, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Dana tersebut digunakan untuk refinancing utang SMGR ketika mengakuisisi PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) di awal tahun ini. Kala itu, SMGR merogoh kocek hingga Rp 12,95 triliun guna membeli 6,18 miliar saham SMCB yang kini berganti nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.
Semen Indonesia (SMGR) perlu hati-hati dengan kondisi keuangan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dinilai perlu berhati-hati terhadap kondisi keuangannya di masa mendatang. Hal ini setelah produsen semen tersebut memperoleh pinjaman dari sindikasi keuangan sebesar Rp 9,35 triliun dengan tingkat bunga mengambang JIBOR 3 bulan + 185 bps. Sekadar informasi, beberapa waktu lalu SMGR mendapat dana pinjaman dari tujuh bank. Dua di antaranya merupakan bank pelat merah, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Dana tersebut digunakan untuk refinancing utang SMGR ketika mengakuisisi PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) di awal tahun ini. Kala itu, SMGR merogoh kocek hingga Rp 12,95 triliun guna membeli 6,18 miliar saham SMCB yang kini berganti nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.