Semenanjung Korea Memanas: Korut Uji Hulu Ledak Bom Kluster Berdaya Rusak



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Utara melakukan uji coba berbagai teknologi militer di periode Senin (6/4/2026) dan Rabu (8/4/2026) termasuk hulu ledak bom kluster dari rudal balistik taktis dan sistem senjata elektromagnetik.

Kamis (9/4/2026), media pemerintah KCNA melaporkan, Akademi Ilmu Pertahanan dan Administrasi Rudal Korea Utara melakukan uji coba sistem senjata elektromagnetik, bom serat karbon, sistem rudal anti-pesawat jarak pendek bergerak, dan hulu ledak bom kluster rudal balistik taktis.

Kim Jong Sik, seorang jenderal yang mengawasi uji coba tersebut, mengatakan bahwa sistem senjata elektromagnetik dan bom serat karbon adalah "aset khusus" bagi militer Korea Utara, menurut KCNA.


Pada hari Rabu (8/4/2026), Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan, Pyongyang telah melakukan uji tembak beberapa rudal pada hari Selasa (7/4/2026) dan Rabu (8/4/2026). 

Baca Juga: Nasib Gencatan Senjata Iran-AS: Terancam Batal Usai Israel Hantam Lebanon?

Menurut laporan media, Istana Kepresidenan Korea Selatan mengadakan pertemuan keamanan darurat, mendesak Pyongyang untuk mengakhiri uji coba tersebut.

Tanpa menyebutkan jumlah rudal balistik yang diluncurkan - pelanggaran sanksi PBB - Korea Utara mengatakan telah menguji sistem rudal anti-pesawat jarak pendek bergerak serta kemampuan tempur hulu ledak rudal balistik taktisnya.

Salah satu uji coba membuktikan bahwa rudal balistik taktis permukaan-ke-permukaan - yang disebut Hwasongpho-11 Ka, yang dilengkapi dengan hulu ledak bom kluster, dapat "menghancurkan target apa pun" yang meliputi area hingga 7 hektare (17 acre), kata KCNA.

Uji coba tersebut dilakukan ketika Korea Utara kembali menegaskan karakterisasinya terhadap Korea Selatan sebagai "musuh yang bermusuhan," menghancurkan harapan untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.