Semester I-2013, Penjualan Nipress Tumbuh 53,65%



JAKARTA. Kinerja produsen baterai PT Nipress Tbk tahun ini cukup kinclong. Sepanjang paruh pertama tahun ini, perusahaan itu mampu membukukan penjualan bersih Rp 461,82 miliar atau tumbuh 53,65% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Laba bersih Nipress pada semester I-2013 juga tumbuh 155,27% menjadi Rp 25,17 miliar.

Direktur PT Nipress Tbk Richard Tandiono menuturkan, kinerja penjualan perusahaan yang kinclong ditopang oleh pertumbuhan volume penjualan. Sebab, sejauh ini harga tidak naik secara signifikan. "Salah satu penopangnya adalah pertumbuhan baterai untuk industri," ujarnya kepada KONTAN baru-baru ini.

Dari total penjualan Nipress pada semester I-2013 sebesar Rp 461,82 miliar, sebanyak Rp 255,49 miliar atau 55,32% dikontribusi oleh penjualan baterai untuk mobil. Sedangkan penjualan baterai industri dan baterai sepeda motor masing-masing mengontribusi sebesar 28,04% dan 16,63%.


Catatan saja, pada tahun ini, perusahaan berkode emiten NIPS ini menargetkan penjualan bersih sebesar Rp 925,22 miliar yang terdiri dari penjualan baterai mobil Rp 556,95 miliar, penjualan aki industri sebesar Rp 249,79 miliar dan penjualan aki sepeda motor sebesar Rp 118,48 miliar.

Jika dibandingkan dengan target ini, artinya sampai semester I-2013, realisasi penjualan baterai sepeda motor sudah mencapai 64,83% dari target. Sedangkan penjualan baterai untuk industri dan baterai mobil masing-masing sudah terealisasi sebesar 51,84% dan 45,87%.

Tahun ini, Nipress berharap bisa menjual sekitar 4,3 juta unit baterai yang setara dengan Rp 925,22 miliar. Perinciannya, 2,03 unit baterai aki sepeda motor dan 2,1 juta unit baterai untuk mobil. Sedangkan baterai untuk industri, perusahaan menargetkan bisa menjual baterai sekitar 155.000 unit.Untuk memperbesar kapasitas produksi baterai, tahun ini, perusahaan menggelontorkan belanja modal sebesar US$ 2 juta-US$ 3 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi