Semester I 2019, Phapros (PEHA) perkirakan bisnisnya tumbuh di atas 30%



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Produsen farmasi dan obat, PT Phapros Tbk (PEHA) optimistis mampu mencetak pertumbuhan bisnis sesuai target di tahun ini. Pasalnya capaian bisnis di semester satu tahun ini mampu berada di atas rata-rata pertumbuhan industri.

"Sebagai informasi kami sampai semester satu ini mampu mencetakkan pertumbuhan revenue di atas 30% (year on year/yoy)," sebut Zahmilia Akbar, Corporate Secretary PEHA kepada Kontan.co.id, Senin (29/7).

Baca Juga: Pembentukan holding BUMN farmasi molor, hingga saat ini belum terealisasi


Untuk detailnya, Phapros masih akan mengumumkan laporan keuangannya dalam beberapa waktu ke depan.

Lebih lanjut Zahmilia bilang, pendorong pertumbuhan bisnis selama semester satu tahun ini tak lepas dari penguatan semua segmen usaha perusahaan.

"Kami fokus atas product availability di channel-channel distribusi, promosi produk obat bebas, serta khusus untuk generik kami maksimalkan pemenuhan kebutuhan e-katalog," terangnya. 

Baca Juga: Emiten Farmasi Cari Untung dari Bisnis Kecantikan

Product availibility tampaknya semakin menguat setelah perusahaan diakuisisi oleh PT Kimia Farma Tbk (KAEF), dimana PEHA memang memanfaatkan jalur multi-distribusi lewat PT Kimia Farma Trading & Distribution yang bekerja sama dengan jaringan Apotek Kimia Farma, serta dengan PT Rajawali Nusindo.

Sebelumnya pada kuartal I-2019 PEHA mampu mencetak pendapatan sebesar Rp 177,84 miliar atau naik 27% (yoy) dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Targetkan pertumbuhan pendapatan 20%-30% di tahun 2019, ini strategi Phapros (PEHA)

Penopang utama kinerja PEHA di masa itu masih berasal dari segmen produk obat generik, dimana perusahaan memiliki 190 produk obat generik dengan kontribusi terhadap pendapatan lebih dari 50%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli