Semester I-2026, GOTO Cetak Laba Bersih Rp607 Miliar, Pendapatan Naik



KONTAN.CO.ID - Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp607 miliar pada periode Januari-Juni 2026. GOTO berhasil membalikkan kerugian bersih yang diderita di semester I tahun 2025 yang mencapai Rp580 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit, pendapatan bersih GOTO tembus Rp11 triliun atau tumbuh 28% dibanding tahun sebelumnya.

Semua pos pendapatan GOTO mengalami kenaikan. Pos jasa pengiriman naik 17% year-on-year (yoy) menjadi Rp3,2 triliun. Imbalan jasa tumbuh 15% yoy mencapai Rp3,2 triliun. Pendapatan pinjaman tumbuh pesat 65% yoy tembus Rp2,7 triliun.


GOTO juga mencatatkan imbalan jasa e-commerce yang diperoleh dari Tokopedia sebesar Rp551 miliar atau mencatatkan kenaikan 32% yoy. Imbalan iklan GOTO mencapai Rp254 miliar atau tumbuh 8% sedangkan segmen lain-lain mencapai Rp1,1 triliun, meningkat 46% yoy.

Jumlah biaya dan beban GOTO juga mengalami kenaikan tetapi lebih rendah dibandingkan dengan laju pertumbuhan pendapatan. Jumlah biaya dan beban GOTO naik 17% yoy dan mencapai Rp10,2 triliun.

Adapun beberapa komponen penyumbang biaya dan beban GOTO antara lain beban pokok pendapatan yang meningkat 15% yoy menjadi Rp4,2 triliun. Beban umum dan administrasi naik 27% yoy menjadi Rp2,4 triliun.

Selanjutnya beban penjualan dan pemasaran naik 19% yoy mencapai Rp1,6 triliun. Beban pengembangan produk tetap stabil di Rp1,0 triliun. Beban operasional pendukung meningkat 21% yoy mencapai Rp557 miliar. Terakhir beban penyusutan dan amortisasi naik 12% yoy menjadi Rp397 miliar.

Dengan pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dibanding biaya dan beban, GOTO mencetak laba usaha Rp782 miliar pada semester I 2026. Kondisi ini berbalik dari rugi usaha semester I 2025 sebesar Rp172 miliar.

GOTO juga melaporkan arus kas dari aktivitas operasi yang positif sebesar Rp1,7 triliun pada periode yang sama dan membalikkan kondisi dari arus kas negatif sebesar Rp612 miliar pada Semester I 2025. Per 30 Juni 2026, GOTO mempertahankan kas dan setara kas Rp23 triliun di neracanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: