Semester I, bisnis broker lesu



JAKARTA. Pendapatan komisi (fee) transaksi saham perusahaan sekuritas di semester pertama tahun ini masih lesu. Gelaran pemilu presiden membuat pergerakan pasar saham tidak signifikan dan berdampak terhadap penurunan nilai transaksi.

Paul Tehusijarana, Managing Director PT Mandiri Sekuritas mengatakan, pendapatan fee transaksi di enam bulan pertama tahun ini cenderung stagnan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Kami bergerak flat kalau dari sisi pendapatan fee bisnis broker," kata Paul.

Sampai Juni 2014, pendapatan fee transaksi saham Mandiri Sekuritas mencapai Rp 105,9 miliar atau naik 1% dari periode yang sama tahun lalu yakni Rp 104,5 miliar.


Laksono Widodo, Direktur Capital Market PT Mandiri Sekuritas masih yakin pendapatan fee transaksi di semester kedua akan moncer karena penambahan nasabah dan volume transaksi. "Hingga akhir tahun ini diharapkan terjadi penambahan 50.000 nasabah dan nilai transaksi harian Rp 600 - Rp 650 miliar," imbuh Laksono.

Namun, Laksono tak menyebut target pendapatan fee transaksi di tahun ini. Sebagai gambaran, Mandiri Sekuritas meraup pendapatan fee transaksi sebesar Rp 196,36 miliar pada tahun 2013 atau naik 76,8% dari tahun sebelumnya.

Prama Nugraha, Corporate Secretary PT Panin Sekuritas Tbk mengatakan pihaknya masih belum merevisi target pendapatan fee transaksi tahun ini meski perolehan di kuartal pertama turun 20% menjadi Rp 16 miliar. "Laporan keuangan emiten positif sehingga banyak investor yang melakukan transaksi," kata Prama.

Prama masih enggan membeberkan soal perolehan pendapatan fee transaksi Panin pada semester pertama tahun ini. Yang jelas, pemilu berpengaruh terhadap pendapatan fee transaksi perusahaan. "Diharapkan sudah ada kepastian ke depannya sehingga bisa berdampak positif bagi peningkatan transaksi di pasar modal," harap Prama.

Tahun ini, Panin membidik kenaikan pendapatan fee transaksi sebesar 20% menjadi Rp 91 miliar. Tahun lalu, Pendapatan Fee transaksi Panin mencapai Rp 76 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News