Semester I, kinerja bisnis Martina Berto (MBTO) kurang kinclong



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan pasar kosmetik terus meningkat. Dengan meningkatnya ekonomi Indonesia dan juga populasi generasi muda menjadi peluang bagi perusahaan kosmetik asing untuk penetrasi ke pasar Indonesia.

Namun, ditengah peluang tersebut PT Martina Berto Tbk (MBTO) justru mengalami kinerja yang negatif di pertengahan tahun ini. Emiten berkode saham MBTO ini terpaksa menelan pil pahit di semester pertama 2018. 

MBTO merugi Rp 21,65 miliar pada semester pertama tahun ini. Padahal di semester pertama tahun lalu MBTO masih mencetak laba bersih Rp 3,43 miliar.


Bryan David Emil, Direktur Utama Martina Berto menjelaskan penurunan kinerja di semester I-2018 tidak akan berlanjut sampai akhir tahun. "Secara pendapatan akan naik 5% sampai 7% sesuai dengan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan untuk kerugian memang akan minus, tapi secara presentase tidak akan sebesar semester I-2018 kemarin," kata Bryan kepada Kontan.co.id, Kamis (13/9).

Menurutnya ada perbaikan kinerja yang didorong oleh beberapa hal. Mulai dari produk baru yang diluncurkan, dan juga produk lama yang diubah kemasannya. Mengingat konsumennya saat ini masih besar yang berada di atas umur 30. Sehingga lebih bisa memikat konsumen generasi millenial. 

"Secara umur kami mau produk kami juga digunaan oleh orang yang berumur 30 tahun kebawah. Tapi yang diatas 30 namun jiwanya muda tentu bisa juga menggunakannya," ungkap Bryan.

Saat ini MBTO punya Brand yang menjadi andalan. Diantaranya Rudy Hadisuwarno Cosmetics,Sari Ayu Martha Tilaar atau M.T,Biokos M.T,Caring Colours M.T,Solusi Martha Tilaar,Dewi Sri Spa M.T,Mirabella,PAC M.T. Secara segmentasi, perusahan ini tetap mengincar semua segmen konsumen, baik menengah ke bawah maupun menengah ke atas.

Editor: Handoyo .