Semester I, lifting migas meningkat 2,16%



JAKARTA. Penjualan produksi minyak dan gas atau lifting migas pada semester I 2016 meningkat dibandingkan realisasi lifting migas semester pertama tahun lalu.

Sekretaris SKK Migas Budi Agustiono mengatakan, sampai akhir Juni 2016, tercatat lifting migas mencapai 1,982 juta barel setara minyak per hari (boepd) atau sebesar 101,3% dari target APBN-P 2016 1,93 juta boepd.

Pencapaian lifting migas tahun ini meningkat 2,16% dibandingkan realisasi semester I 2015 yang sebesar 1,94 juta boepd. Lifting migas tahun lalu terdiri dari minyak 763,600 barel per hari (bopd) dan gas sebesar 6.587 mmscfd.


Peningkatan lifting migas pada tahun ini sangat dipengaruhi peningkatan produksi lapangan Banyu Urip blok Cepu. Hingga awal April 2016, produksi lapangan Banyu Urip sudah mencapai 165.000 bph.

"Kondisi seharusnya turun, tapi kebetulan Banyu Urip mulai full scale produksi di awal tahun 2016 sehingga kita tertolong. Sedangkan lapangan lain menurun sesuai dengan kondisi penurunan harga minyak yang turun,"kata Budi pada Senin (18/7).

Dengan penurunan harga minyak mentah dunia, para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mengutamakan kegiatan yang bisa meningkatkan produksi secara langsung. Sementara kegiatan yang terkait dengan pengembangan lapangan terpaksa ditunda.

"Tujuan untuk meningkatkan produksi, bukan sekadar produksi namun untuk meningkatkan penerimaan negara. Kalau biaya tinggi, maka share untuk pemerintah akan turun. Jadi diutamakan yang bisa meningkatkan produksi saja, untuk capital ditunda," jelas Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini