Semester I, MDLN kantongi penjualan lahan 141 ha



JAKARTA. Di tengah penjualan lahan emiten kawasan industri yang lesu, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) justru sebaliknya. Terbukti, sepanjang semester I 2015, pengembang kawasan industri Cikande ini mampu mencatatkan penjualan lahan 141 hektare (ha). Penjualan tersebut sudah hampir mencapai target yang ditetapkan hingga ujung tahun sebesar 145 ha.

Kendati sudah hampir melewati target, MDLN belum berencana menaikkan jumlah penjualan lahan tahun ini. "Kita belum akan revisi target. Untuk mengejar marketing sales kita akan fokus pada penjualan residential," kata Cuncun Wijaja, Sekretaris Perusahaan MDLN pada KONTAN akhir pekan lalu.

Penjualan lahan selama enam bulan terakhir memberikan kontribusi 50% terhadap total marketing sales atau pra penjualan semester I sebesar Rp 2,06 triliun atau sekitar Rp 1,03 triliun.


Sekitar 95 ha dijual ke emiten pakan ternak PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN), lalu 8 ha dijual ke perusahaan lokal yang bergerak di bidang produksi cat/painting, dan sisanya dijual ke perusahaan asing dan lokal yang bergerak di bidang konsumer dan material bangunan.

Seperti diketahui, MDLN memiliki proyek kawasan industri di Cikande, Banten. Di sana, perseroan telah mengantongi izin hak guna bangunan seluas 2.175 hektare. Kawasan ini dikembangkan menjadi kawasan Industri yang diberi nama Modern Cikande Indutrial Estae (MCIE). Hingga saat ini, total area yang dikembangkan baru mencapai 900 ha yang dihuni 205 perusahaan.

MDLN juga berencana mengembangkan kawasan industri di Bekasi. Pengembang Jakarta Garden City (JGC) ini telah mengantongi izin akuisisi lahan seluas 1.300 ha. Kawasan yang terletak di sebelah jalan tol Cibitung –Clincing ini akan dikembangkan menjadi Modern Bekasi Residential dan Indutrial Park. Namun, pengembangan baru akan dilakukan mulai tahun depan.

Sebagai tambahan, tahun ini perseroan menargetkan pra penjualan atau marketing sales Rp 5,4 triliun. Rinciannya, Rp 3,3 triliun dari residential, Rp 1,3 triliun dari industrial dan Rp 750 miliar dari penjualan lahan mentah. Semester I, MDLN baru mengantongi Rp 2,06 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto