Seminar UKRIDA Hadirkan Lo Kheng Hong, Bongkar Rahasia Jadi Triliuner



KONTAN.CO.ID - Julukan "Warren Buffett-nya Indonesia" memang bukan isapan jempol. Lo Kheng Hong, investor legendaris yang selama 30 tahun tidak pernah terikat pekerjaan kantoran, sukses menyedot perhatian lebih dari 300 peserta dalam Seminar Nasional "Lo Kheng Hong Investment Philosophy" yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Krida Wacana (FEB UKRIDA), Jumat (19/6/2026).

Bertempat di Auditorium Kampus 2 UKRIDA, Jakarta Barat, seminar ini merupakan hasil kolaborasi FEB UKRIDA dengan sejumlah co-host, di antaranya Tangan Di Atas Jakarta Barat, Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Risiko, Financial Planning Standards Board Indonesia, hingga Full Gospel Business Men's Fellowship Internasional.

Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini bukan cuma soal mendengar cerita sukses. Dekan FEB UKRIDA, Dr. Diana Frederica, menegaskan literasi keuangan sejatinya jauh lebih luas dari sekadar mengenal produk investasi.


"Literasi keuangan tidak hanya mencakup pemahaman produk, tetapi juga kemampuan mengelola risiko, perencanaan jangka panjang, serta pengambilan keputusan investasi yang bijak dan bertanggung jawab," ujar Diana.

Seminar ini juga jadi bukti nyata sinergi antara akademisi, regulator, dan praktisi pasar modal. Selain sambutan dari Rektor UKRIDA Prof. Herman Parung, hadir pula perwakilan Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang turut memberi pandangan soal pentingnya edukasi investasi bagi masyarakat.

Sederet nama penting turut hadir, mulai dari Irawan Muzhar (Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor OJK Jabodebek), Kemas M. Rumaiyar (Regional Head 3 Market Development BEI), Andri Muharizal Putra (Head of Education, Community & Partnership MNC Sekuritas), hingga Mala Komalasari (Direktur Utama PT LIF Manajemen Investasi). Jalannya seminar dipandu oleh Dr. Fredella Colline selaku moderator sekaligus ketua pelaksana.

Filosofi RTI: Reading, Thinking, Investing

Inilah bagian yang paling ditunggu-tunggu peserta. Lo Kheng Hong membagikan kisah perjalanannya sebagai investor mandiri tanpa pernah menjadi karyawan selama tiga dekade, namun berhasil mengumpulkan kekayaan triliunan rupiah dari pasar saham.

Kuncinya? Filosofi yang ia sebut RTI — Reading, Thinking, and Investing. Strategi ini berfokus pada perburuan saham-saham perusahaan berkualitas atau "wonderful company" yang dijual dengan valuasi murah. Menurutnya, saham tetap menjadi instrumen terbaik untuk mengalahkan laju inflasi dalam jangka panjang.

"Belilah saham wonderful company dan tunggu dengan sabar," pesan Lo Kheng Hong yang langsung disambut antusias peserta.

Sesi tanya jawab menjadi bukti tingginya rasa penasaran peserta terhadap ilmu investasi sang legenda. Saking banyaknya pertanyaan yang tidak sempat terjawab, diskusi pun berlanjut hingga ke ruang VIP, di mana peserta menikmati santap siang sambil ngobrol santai bersama Lo Kheng Hong.

Acara juga diselingi hiburan musik dari dr. Marcella Aprilia, alumni MM UKRIDA yang juga violinist profesional, serta penampilan dosen FEB UKRIDA. Momen paling personal datang ketika Lo Kheng Hong sendiri turut bernyanyi membawakan lagu "Sejarah Hidupku" di hadapan para peserta.

Di tengah rangkaian acara, momen penting lain juga terjadi: penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Astra Graphia Tbk selaku sponsor utama dengan UKRIDA. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor UKRIDA Prof. Herman Parung bersama Satryo Dewandono, Chief of Business Strategy & Development and Corporate Communications Astra Graphia. Kerja sama ini menandai komitmen bersama dalam mendukung pendidikan dan transformasi digital di Indonesia.

FEB UKRIDA berharap acara ini tak sekadar menambah wawasan, tapi juga mampu memantik keberanian generasi muda untuk mulai melangkah ke dunia investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News