Seminggu puasa, kenaikan penjualan di gerai ritel mulai terasa



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan minggu pertama puasa nampaknya masih sejalan dengan ekspektasi para pelaku industri ritel. Kendati kenaikan permintaan signifikan baru akan terjadi pada minggu ketiga puasa, nyatanya sejauh ini sudah mulai adanya kenaikan permintaan.

Tak hanya format departement store saja, peningkatan permintaan juga dirasakan oleh pemain di segmen supermarket dan furnitur. JYSK Indonesia misalnya, gerai furnitur milik OT Group tersebut sudah mulai merasakan peningkatan permintaan sejak awal puasa.

"Ya ada peningkatan demand (minggu pertama), sudah banyak pelanggan yang menunggu barang JYSK baru untuk menyambut Idul Fitri," ujar Harianus Ikhtiar Zebua, Head of Corporate and Marketing Communications OT Group kepada Kontan.co.id, Jumat (25/5).


Apalagi JYSK juga sudah menyasar di luar Pulau Jawa dengan membuka satu gerai di Makassar pada awal puasa ini. Dirinya memastikan untuk festive Lebaran, gerai JYSK siap untuk memenuhi peningkatan permintaan pelanggan.

"Banyak barang-barang baru masuk di Lebaran ini, khususnya home decor dan linen. Produk yang paling diburu pelanggan itu dinning set table dan set linen," lanjutnya.

PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) juga senada, manajemen sudah merasakan adanya peningkatan permintaan. Peningkatan setiap gerai berbeda-beda tergantung wilayah, beberapa gerai ada yang peningkatan penjualannya di level 20%.

Meshvara Kanjaya, Direktur Utama RANC menyampaikan bahwa setiap tahunnya perusahaan memiliki lebih banyak momentum penjualan. Tidak hanya Ramadan, penjualan perusahaan juga akan meningkat signifikan saat Tahun Baru China dan akhir tahun.

Namun khusus untuk Ramadan tahun ini, dirinya menyatakan bahwa sudah mulai ada geliat. Bahkan di gerai-gerai miliknya, geliat peningkatan permintaan sudah terasa jauh-jauh hari. Produk fresh menjadi produk yang paling banyak diburu oleh para pelanggan.

"Kami sudah merasakan impact Ramadan sejak akhir April," ujarnya.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) juga merasakan hal tersebut, kendati tak merinci berapa peningkatan di minggu pertama RALS melihat capaian sejauh ini masih inline dengan target. Pada dua bulan ini, RALS menargetkan penjualan mencapai Rp 5,2 triliun.

Selama empat bulan pertama tahun ini, RALS sudah mencatatkan penjualan di level Rp 2,09 triliun. Artinya dalam dua bulan ini, momentum puasa dan lebaran diharapkan penjualan bisa menembus di atas Rp 3 triliun. "Demand seminggu ini mulai agak naik trennya, biasanya kami dua minggu terakhir (signifikan)," ujar Suryanto, Direktur RALS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sofyan Hidayat