Sempat Sentuh Level Terlemah, Rupiah Diproyeksi Masih Volatil Pekan Depan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir berfluktuasi dengan kecenderungan melemah.

Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat di akhir perdagangan hari ini. Jumat (24/4)), rupiah ditutup di level Rp 17.229 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Ini membuat rupiah menguat 0,33% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.286 per dolar AS. 


Walaupun demikian, rupiah di pekan ini, yakni pada Kamis (23/4) pukul 09.35 WIB bahkan sudah jebol di level Rp 17.310 per dolar AS, yang mana level paling lemah sepanjang masa.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai tekanan terhadap rupiah sepanjang pekan ini terutama berasal dari faktor kenaikan harga minyak dunia serta penguatan dolar AS. 

Baca Juga: Keputusan MSCI Bayangi IHSG, Mirae Asset Soroti Pentingnya Reformasi Pasar Modal

"Sepekan ini Rupiah sangat tertekan oleh kenaikan harga minvak dunia dan penguatan dolar AS dan berkali-kali mencatatkan ATH. Sedangkan dari domestik tidak ada perkembangan yang positif, BI masih mempertahankan suku bunga dan retorika yang sama,” ujar Lukman kepada Kontan, Jumat (24/4/2026).

Namun demikian, menurut Lukman intervensi BI mulai memberikan dampak. Pada Kamis, otoritas moneter menegaskan akan meningkatkan intensitas intervensi di pasar, yang kemudian berhasil mendorong penguatan rupiah pada perdagangan Jumat.

Untuk sepekan ke depan, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan volatil. Arah rupiah akan sangat ditentukan oleh dinamika global, khususnya perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta pergerakan harga minyak mentah dunia.

“Jika BI terus melakukan intervensi secara intensif, tekanan terhadap rupiah bisa mereda, bahkan berpotensi menguat seperti yang terjadi hari ini,” tambahnya.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting dari AS, seperti produk domestik bruto (PDB) kuartal I serta indeks manufaktur ISM, yang berpotensi memengaruhi arah dolar AS.

Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.150 hingga Rp 17.400 per dolar AS pada sepekan mendatang. 

Baca Juga: Rupiah Bertenaga, Ditutup di Rp 17.229 Per Dolar AS Hari Ini (24/4), Terkuat di Asia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News