KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks utama Wall Street mendapatkan kembali pijakannya pada perdagangan Kamis (20/10), pulih dari kejutan singkat berita pengunduran diri Liz Truss sebagai perdana menteri Inggris. Pasar kembali fokus ke perkiraan raihan positif dari IBM dan AT&T. Melansir
Reuters, pukul 10:09 pagi waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 299,33 poin atau 0,98% pada 30.723,14, S&P 500 naik 26,44 poin atau 0,72% pada 3.721,60, dan Nasdaq Composite naik 102,57 poin atau 0,96% pada 10.783.08.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Turun Kamis (20/10), Tersengat Berita Pengunduran Diri Liz Truss Saham IBM Corp naik 4,1%, memimpin kenaikan di antara komponen Dow setelah perusahaan perangkat lunak dan layanan TI mengalahkan perkiraan pendapatan kuartalan pada hari Rabu. IBM juga memperkirakan akan melampaui target pertumbuhan pendapatan setahun penuh. Sesama saham blue-chip Verizon Communications Inc naik 2,3% setelah rekan AT&T Inc melonjak 9,9% setelah menaikkan perkiraan laba tahunannya. Kedua perusahaan tersebut mengangkat indeks sektor jasa komunikasi S&P 500 sebesar 1,9%, untuk memimpin kenaikan di antara 11 sektor utama pada indeks benchmark. Ini terjadi setelah hasil optimistis dari bank-bank besar AS, Netflix Inc, Procter & Gamble Co dan Travelers Companies Inc mendorong analis untuk menaikkan ekspektasi pertumbuhan laba kuartal ketiga untuk perusahaan S&P 500 menjadi 3,1% dari kenaikan 2,8% pada awal minggu, menurut Data refinitif. Namun, perkiraan tersebut masih jauh lebih rendah dari kenaikan 11,1% yang diperkirakan pada awal Juli. "Dengan sejumlah kecil perusahaan yang telah melaporkan pendapatan sejauh ini, kami melihat mayoritas dari mereka mengalahkan perkiraan laba dan saya akan menempatkannya dalam kategori 'lebih baik daripada yang ditakuti'," kata Art Hogan, kepala analis pasar B. Riley Wealth. Saham Tesla Inc turun 6,6% karena pembuat kendaraan listrik menandai tantangan logistik yang terus-menerus, dengan pengiriman kuartal keempat tumbuh kurang dari 50% yang ditargetkan. Asal tahu, indeks utama Wall Street telah dihantam oleh kekhawatiran kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve dalam beberapa bulan terakhir. Dengan imbal hasil US Treasury naik ke level tertinggi multi-tahun di tengah tidak ada tanda-tanda nyata perlambatan inflasi AS.
Baca Juga: Liz Truss Mengundurkan Diri Sebagai Perdana Menteri Inggris Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun secara tak terduga minggu lalu, menunjuk ke pasar tenaga kerja yang ketat bahkan ketika permintaan tenaga kerja mendingin di tengah suku bunga yang lebih tinggi. Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan 75 basis poin keempat berturut-turut dalam pertemuan November. Sebelumnya, Wall Street sempat tertekan setelah Liz Truss dari Inggris mengumumkan pengunduran dirinya hanya enam minggu setelah bekerja. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News