KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Andaliman kini tidak cuma ada di ragam masakan khas Tapanuli, seperti ikan arsik, na niura atau ayam napinandar. Rasa mangitir alias campuran rasa getir pahit namun berbalut aroma segar dari buah yang lazim disebut merica batak tersebut juga sudah tersaji di beberapa makanan dan minuman. Seperti yang sudah dilakoni oleh Marandus Sirait. Untuk menyiasati kelebihan pasokan andaliman di wilayahnya di Danau Toba, ia sudah membuat beragam produk dengan bahan baku dari andaliman. Kebetulan, Marandus sudah melakukan budidaya andaliman sejak tahun 2005. Selain dirinya, pasokan andaliman juga berasal dari warga di sekitar Danau Toba. Sayang, ia tidak merinci jumlah pasti hasil andaliman saat panen. Yang pasti, untuk bisa menghasilkan satu ton andaliman kering membutuhkan sebanyak lima ton andaliman basah.
Sensasi rasa andaliman di roti dan banderek (2)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Andaliman kini tidak cuma ada di ragam masakan khas Tapanuli, seperti ikan arsik, na niura atau ayam napinandar. Rasa mangitir alias campuran rasa getir pahit namun berbalut aroma segar dari buah yang lazim disebut merica batak tersebut juga sudah tersaji di beberapa makanan dan minuman. Seperti yang sudah dilakoni oleh Marandus Sirait. Untuk menyiasati kelebihan pasokan andaliman di wilayahnya di Danau Toba, ia sudah membuat beragam produk dengan bahan baku dari andaliman. Kebetulan, Marandus sudah melakukan budidaya andaliman sejak tahun 2005. Selain dirinya, pasokan andaliman juga berasal dari warga di sekitar Danau Toba. Sayang, ia tidak merinci jumlah pasti hasil andaliman saat panen. Yang pasti, untuk bisa menghasilkan satu ton andaliman kering membutuhkan sebanyak lima ton andaliman basah.