Sentimen China menyebabkan yen lunglai



SINGAPURA. Pergerakan yen pagi ini (1/11) masih melemah terhadap 16 mata uang utama dunia. Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 08.18 waktu Tokyo, yen berada di posisi 103,45 per euro setelah melemah 0,4% dalam dua hari terakhir menjadi 103,38. Sementara, jika berhadapan dengan dollar AS, posisi mata uang Negeri Sakura ini tak banyak berubah di level 79,83 per dollar setelah melemah 0,2%. Sedangkan euro ditransaksikan di level US$ 1,2958 dari sebelumnya US$ 1,2960. Pelemahan yen terjadi sebelum dirilisnya data ekonomi China yang diramal ekonom akan menunjukkan kenaikan pada indeks manufaktur. "Kita mulai melihat, perekonomian China bangkit. Sentimen positif dari China akan memicu pengambilan risiko oleh investor. Hasilnya, yen dan dollar AS akan dilanda aksi jual," papar Kengo Suzuki, currency strategist Mizuho Securities Co di Tokyo. Catatan saja, berdasarkan estimasi ekonom yang disurvei Bloomberg, indeks manufaktur China akan naik menjadi 50,2 pada Oktober dari 49,8 pada September.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News