Sentimen dalam dan luar negeri kompak menekan rupiah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penantian pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam memutuskan pemenang pemilihan presiden 2019, turut menekan rupiah di hadapan dollar AS.

Mengutip Bloomberg, Senin (20/5), rupiah spot tercatat melemah 0,03% ke Rp 14.455 per dollar AS. Sementara pada kurs tengah Bank Indonesia, rupiah juga tercatat melemah 0,06% ke Rp 14.478 per dollar AS.

Analis Monex Investindo FuturesĀ  Ahmad Yudiawan mengatakan, kekhawatiran akan terjadinya kisruh jelang pengumuman KPU membuat pelaku pasar cenderung wait and see terhadap rupiah.


Padahal, rupiah juga masih menanggung tekanan dari perkembangan negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. "China tidak sabar dengan proses kemajuan negosiasinya dengan AS dan turut memperkuat dollar AS," kata Yudi, Senin (20/5).

Selain itu, penguatan harga minyak mentah dunia akibat ketegangan yang terjadi antara AS dan Iran juga turut menekan rupiah. "Beberapa faktor negatif tersebut membuat rupiah hari ini melemah dan dollar AS semakin diburu sebagai aset safe haven," kata Yudi.

Untuk perdagangan, Selasa (21/5), Yudi memproyeksikan sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah tidak akan jauh berbeda seperti hari ini. "Penantian pengumuman KPU, ketegangan AS dan Iran serta negosiasi dengan China masih menjadi acuan penting pergerakan rupiah besok," kata Yudi.

Secara teknikal, Yudi memproyeksikan rupiah besok bergerak direntang Rp 13.850 per dollar AS hingga Rp 14.550 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati