Sentimen dalam negeri turut menyokong rupiah



JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali mengungguli dollar AS setelah pidato Donald Trump. Kekecewaan pasar atas pernyataan presiden terpilih AS disertai sentimen positif dalam negeri membuat mata uang garuda perkasa.

Di Pasar Spot, Kamis (12/1) kurs rupiah menguat 0,29% ke level Rp 13.281 per dollar AS dibanding sehari sebelumnya. Sementara kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan rupiah menguat 0,29% ke level Rp 13.288 per dollar AS.

Analis PT SoeGee Futures, Nizar Hilmy menuturkan, rupiah menguat setelah pidato presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam pidatonya, Trump tidak menjelaskan rencana kebijakan ekonomi seperti stimulus fiskal dan pembangunan infrastruktur.


"Trump hanya mengatakan akan meningkatkan lapangan kerja. Pidatonya membuat dollar AS menyentuh level terendah dalam satu bulan," papar Nizar.

Padahal, pelaku pasar berharap Trump akan menjabarkan kebijakan pajak dan prospek ekonomi AS ke depan.

Sedangkan dari dalam negeri, sentimen penggerak rupiah cukup positif. Seperti kenaikan cadangan devisa, masuknya aliran dana tax amnesty hingga angka penjualan ritel yang membaik.

Selain itu, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan berada di kisaran 5,3% dan meningkat ke 5,5% di tahun 2018. Hal tersebut lantaran peemrintah dinilai mampu menjaga iklim bisnis dalam negeri serta meningkatkan pembangunan infrastruktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto