Sentimen Extreme Fear Melanda Kripto, Literasi dan Edukasi Ekosistem Menjadi Kunci



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki Februari 2026, industri kripto global dihadapkan pada tekanan sentimen yang signifikan. Senin (9/2) pukul; 17:27 WIB, indeks fear and greed kripto tercatat berada di level 8 atau extreme fear. Membaik dibandingkan Jumat pekan lalu yang berada di level 3. 

Level tersebut mencerminkan tingginya kehati-hatian pelaku pasar di tengah volatilitas harga aset kripto yang masih berlanjut. Harga bitcoin tercatat US$ 71.079. Menguat 1,32% dibandingkan hari sebelumnya, tapi anjlok 8,84% ketimbang sepekan lalu. 

Lesunya harga menjadi tantangan industri kripto ke depan, setelah mencatatkan pertumbuhan sepanjang 2025. Salah satunya Tokocrypto yang membukukan kinerja bisnis solid dan berkelanjutan sepanjang tahun lalu.


Hingga akhir 2025, Tokocrypto telah melayani lebih dari 4,8 juta pengguna, dengan pertumbuhan pengguna aktif tahunan mencapai 75%.

Sepanjang 2025, total nilai transaksi Tokocrypto tercatat melampaui Rp 160 triliun, dengan pangsa pasar lebih dari 40%. Dari sisi produk, Tokocrypto menyediakan lebih dari 480 pasangan perdagangan berbasis rupiah (IDR pair).

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana mengatakan, pencapaian tersebut mencerminkan strategi pertumbuhan yang tidak hanya berfokus pada akuisisi pengguna, tetapi juga keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Baca Juga: Bitcoin Hapus Kenaikan Era Trump, Volatilitas Kripto Isyaratkan Ketidakpastian

“Kami terus membangun perusahaan yang sehat secara finansial, inovatif dalam produk, serta patuh terhadap regulasi,” ujar Calvin..

Di tengah kondisi tersebut, exchanger memperkuat ekosistem. Tokocrypto bersama DRX Token misalnya, fokus pada edukasi dan adopsi Web3. Seperti menggelar rangkaian kegiatan edukasi Web3.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi aset kripto dan teknologi blockchain. Sekaligus mendorong pemahaman Web3 yang lebih luas, tidak semata berorientasi pada aktivitas trading atau spekulasi harga.

aktor kemudahan akses, utilitas yang jelas, serta relevansi penggunaan dalam aktivitas sehari-hari dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan. “Tokocrypto berkomitmen untuk terus menjadi enabler edukasi dan adopsi Web3 di Indonesia," ujarnya, akhir pekan lalu. 

Sementara itu, COO DRX Miguel Martins menegaskan bahwa rangkaian edukasi ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan DRX Token sebagai bagian dari ekosistem sport-tech berbasis Web3. “DRX lahir dari identitas lokal yang kuat, terutama dari industri olahraga Indonesia,” kata Miguel.

Di tengah sentimen pasar yang masih diliputi *extreme fear*, penguatan fundamental dan literasi dinilai menjadi faktor penentu agar industri kripto tetap tumbuh secara sehat.

Tokocrypto juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam memahami aset kripto dan teknologi Web3, serta melakukan riset mandiri alias do your own research (DYOR). Seluruh materi diskusi dalam rangkaian kegiatan tersebut bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi finansial alias not financial advice (NFA).

Selanjutnya: Pemasangan Gigi Palsu Pakai BPJS Kesehatan 2026: Cek Syarat dan Subsidi Biayanya

Menarik Dibaca: 4 Manfaat Physical Touch dengan Pasangan, Lebih dari Sekadar Kemesraan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News