Sentimen lokal positif, rupiah hanya melemah tipis



JAKARTA. Nilai tukar rupiah akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama beberapa hari terakhir. Pergerakan rupiah sebenarnya masih didukung oleh sentimen positif dalam negeri.

Di Pasar Spot, Selasa (7/2) kurs rupiah terhadap dollar AS melemah tipis 0,06% ke level Rp 13.329 dibanding sehari sebelumnya. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah tergerus 0,05% di Rp 13.322 per dollar AS.

Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk mengatakan, rupiah tidak banyak bergerak lantaran minimnya sentimen baik dari sisi internal maupun eksternal. "Koreksi pada rupiah terjadi karena sudah menguat sejak pekan lalu," ujarnya.


Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2016 yang tercatat sebesar 5,02% sempat mengangkat rupiah di awal pekan. Di sisi lain, dollar AS cenderung tertekan lantaran The Fed belum memberi petunjuk jelas terkait kenaikan suku bunga. Angka tenaga kerja Amerika Serikat (AS) bulan Januari memang bertambah, tetapi tingkat pengangguran naik dan tingkat upah menurun. "Survey menunjukkan kemungkinan naiknya suku bunga The Fed di bulan Maret hanya 10%," imbuh Reny.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri akan mencapai 5,1% tahun ini. Hal ini menurut Reny akan memberi sentimen positif bagi pergerakan rupiah jangka panjang. Namun dalam beberapa hari ke depan, rupiah akan lebih banyak terpengaruh isu dari AS, seperti pengumuman kebijakan Presiden Donald Trump.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia