JAKARTA. Harga tembaga sempat tertekan akibat libur panjang golden week di China, yang membuat aktivitas industri di negara pengonsumsi tembaga terbesar itu tutup. Tapi pekan ini harga tembaga bisa menguat tipis. Harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange kemarin (12/10) mencapai US$ 4.814 per metrik ton, naik tipis 0,04% dari hari sebelumnya. Selama sepekan terakhir, harga tembaga menguat 0,30%. Tapi, analis menilai harga tembaga masih dalam tren melemah. Andri Hardianto, analis Asia Tradepoint Futures, mengatakan, sentimen dari China saat ini cenderung negatif bagi tembaga. Misal, surplus neraca perdagangan China di September cuma 278,4 miliar yuan. Jumlah ini jauh di bawah konsensus analis, 365 miliar yuan.
Sentimen negatif menghantui tembaga
JAKARTA. Harga tembaga sempat tertekan akibat libur panjang golden week di China, yang membuat aktivitas industri di negara pengonsumsi tembaga terbesar itu tutup. Tapi pekan ini harga tembaga bisa menguat tipis. Harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange kemarin (12/10) mencapai US$ 4.814 per metrik ton, naik tipis 0,04% dari hari sebelumnya. Selama sepekan terakhir, harga tembaga menguat 0,30%. Tapi, analis menilai harga tembaga masih dalam tren melemah. Andri Hardianto, analis Asia Tradepoint Futures, mengatakan, sentimen dari China saat ini cenderung negatif bagi tembaga. Misal, surplus neraca perdagangan China di September cuma 278,4 miliar yuan. Jumlah ini jauh di bawah konsensus analis, 365 miliar yuan.