Tingkat persaingan di sentra pembuatan gitar di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo, Jawa tengah sudah semakin ketat. Guna menggenjot penjualan, para perajin pun adu strategi. Ada yang menerima pembuatan gitar pesanan (custom), dan ada juga perajin yang menyediakan jasa reparasi dan konsultasi gitar.Sentra pembuatan gitar di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo, selalu ramai dikunjungi pembeli. Kendati konsumennya banyak, tingkat persaingan di sentra ini juga sudah lumayan ketat.Maklum, jumlah pembuat gitar di desa ini terus bertambah. Bila sebelumnya tak sampai 50 perajin, kini sudah ada sekitar 100 perajin gitar. Munculnya para perajin baru ini memang turut menaikkan pamor Desa Mancasan sebagai sentra pembuatan gitar. Alhasil, sentra ini selalu ramai disambangi pembeli. Namun, keuntungan yang diterima perajin kini semakin tipis. Soalnya, harga bahan baku pembuatan gitar kini terus naik. "Sementara di tengah ketatnya persaingan kami tak bisa sembarang menaikkan harga jual," kata Giatno, salah seorang perajin gitar di Mancasan. Menurut Giatno, bila dikenakan harga tinggi konsumen bakal lari ke perajin lain. Supaya keuntungan yang diterima tetap besar, ia memilih menggenjot volume penjualan sebanyak mungkin. Untuk menggenjot penjualan ini, masing-masing perajin sudah memiliki kiat tersendiri. Di antaranya ada yang menerima gitar pesanan (custom), menyediakan jasa reparasi gitar, serta ada juga yang memberikan jasa konsultasi. Itu pula yang dilakukan Joko, perajin lain di sentra ini. Joko memilih melayani pembuatan gitar custome. Pembeli bisa membawa model gitar yang diinginkan dan memesan ornamen atau hiasan yang ingin ditempelkan pada gitarnya. Menurut Joko, banyak konsumen meminta dibuatkan nama atau ditempelkan tanda tangan tertentu di gitarnya. Bahkan, pernah ada yang meminta agar fotonya dipajang di gitar. "Saya sendiri selalu menyanggupi pembuatan gitar khusus itu," kata Joko.Pembuatan gitar custom ini memakan waktu sekitar 10 hari hingga 15 hari. Namun, jika model yang dipesan agak sulit dan bahan mentah atau mutihannya belum tersedia, maka lama pembuatan bisa sebulan. Sebagai tanda jadi, konsumen diharuskan membayar 50% dari harga gitar. Sedangkan sisanya dibayar saat barang sudah jadi. Mengenai harga, Joko mengakui, pesanan gitar khusus ini lebih mahal. "Namun tetap tergantung kualitas dan tawar-menawar di awal," ujarnya.Setelah barang selesai, Joko akan langsung mengirimkan ke konsumen. Untuk itu, konsumen diminta meninggalkan alamat tempat tinggalnya. "Jadi mereka cukup sekali datang," ujarnya. Perajin lain, Triman juga menyediakan layanan gitar custom. Selain itu, ia juga menyediakan jasa reparasi gitar. Jika ada keluhan, pelanggan bisa membawa gitarnya kepada Triman untuk diperbaiki. Perbaikan itu bisa seputar bodi gitar, seperti penggantian warna atau poles. "Mau memperbaiki atau konsultasi saja, bisa dilayani," jelas Triman. (Selesai)Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sentra gitar Mancasan: Perajin pun adu strategi (3
Tingkat persaingan di sentra pembuatan gitar di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo, Jawa tengah sudah semakin ketat. Guna menggenjot penjualan, para perajin pun adu strategi. Ada yang menerima pembuatan gitar pesanan (custom), dan ada juga perajin yang menyediakan jasa reparasi dan konsultasi gitar.Sentra pembuatan gitar di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo, selalu ramai dikunjungi pembeli. Kendati konsumennya banyak, tingkat persaingan di sentra ini juga sudah lumayan ketat.Maklum, jumlah pembuat gitar di desa ini terus bertambah. Bila sebelumnya tak sampai 50 perajin, kini sudah ada sekitar 100 perajin gitar. Munculnya para perajin baru ini memang turut menaikkan pamor Desa Mancasan sebagai sentra pembuatan gitar. Alhasil, sentra ini selalu ramai disambangi pembeli. Namun, keuntungan yang diterima perajin kini semakin tipis. Soalnya, harga bahan baku pembuatan gitar kini terus naik. "Sementara di tengah ketatnya persaingan kami tak bisa sembarang menaikkan harga jual," kata Giatno, salah seorang perajin gitar di Mancasan. Menurut Giatno, bila dikenakan harga tinggi konsumen bakal lari ke perajin lain. Supaya keuntungan yang diterima tetap besar, ia memilih menggenjot volume penjualan sebanyak mungkin. Untuk menggenjot penjualan ini, masing-masing perajin sudah memiliki kiat tersendiri. Di antaranya ada yang menerima gitar pesanan (custom), menyediakan jasa reparasi gitar, serta ada juga yang memberikan jasa konsultasi. Itu pula yang dilakukan Joko, perajin lain di sentra ini. Joko memilih melayani pembuatan gitar custome. Pembeli bisa membawa model gitar yang diinginkan dan memesan ornamen atau hiasan yang ingin ditempelkan pada gitarnya. Menurut Joko, banyak konsumen meminta dibuatkan nama atau ditempelkan tanda tangan tertentu di gitarnya. Bahkan, pernah ada yang meminta agar fotonya dipajang di gitar. "Saya sendiri selalu menyanggupi pembuatan gitar khusus itu," kata Joko.Pembuatan gitar custom ini memakan waktu sekitar 10 hari hingga 15 hari. Namun, jika model yang dipesan agak sulit dan bahan mentah atau mutihannya belum tersedia, maka lama pembuatan bisa sebulan. Sebagai tanda jadi, konsumen diharuskan membayar 50% dari harga gitar. Sedangkan sisanya dibayar saat barang sudah jadi. Mengenai harga, Joko mengakui, pesanan gitar khusus ini lebih mahal. "Namun tetap tergantung kualitas dan tawar-menawar di awal," ujarnya.Setelah barang selesai, Joko akan langsung mengirimkan ke konsumen. Untuk itu, konsumen diminta meninggalkan alamat tempat tinggalnya. "Jadi mereka cukup sekali datang," ujarnya. Perajin lain, Triman juga menyediakan layanan gitar custom. Selain itu, ia juga menyediakan jasa reparasi gitar. Jika ada keluhan, pelanggan bisa membawa gitarnya kepada Triman untuk diperbaiki. Perbaikan itu bisa seputar bodi gitar, seperti penggantian warna atau poles. "Mau memperbaiki atau konsultasi saja, bisa dilayani," jelas Triman. (Selesai)Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News