Sejak tahun 1970, Desa Senenan menjadi sentra mebel ukir di Kabupaten Jepara. Hampir semua warga desa ini, khususnya laki-laki memiliki keterampilan mengukir.Keahlian itu mereka dapat secara turun-temurun dari para orangtua. Selain diperoleh secara turun-temurun, ada juga yang mendapatkan keahlian mengukir secara otodidak. Contohnya, Purwanto, pemilik toko Oval Jati di Senenan. Ia sudah bisa mengukir sejak masih sekolah dasar (SD) dan belajar secara otodidak. Bahkan, karena sibuk dengan pekerjaan mengukir mebel, ia sampai tidak bisa menamatkan SD. "Saat itu, saya bekerja menjadi tukang ukir di sebuah toko mebel," katanya. Kartono, pemilik Toko Ega Jati, juga sudah mulai belajar mengukir mebel sejak masih duduk di bangku SD. Beda dengan Purwanto, ia belajar mengukir langsung dari sang orangtuan. Kebetulan orangtuanya merupakan seorang perajin mebel di Senenan.
Sentra Mebel Jepara: Krisis pasokan kayu (2)
Sejak tahun 1970, Desa Senenan menjadi sentra mebel ukir di Kabupaten Jepara. Hampir semua warga desa ini, khususnya laki-laki memiliki keterampilan mengukir.Keahlian itu mereka dapat secara turun-temurun dari para orangtua. Selain diperoleh secara turun-temurun, ada juga yang mendapatkan keahlian mengukir secara otodidak. Contohnya, Purwanto, pemilik toko Oval Jati di Senenan. Ia sudah bisa mengukir sejak masih sekolah dasar (SD) dan belajar secara otodidak. Bahkan, karena sibuk dengan pekerjaan mengukir mebel, ia sampai tidak bisa menamatkan SD. "Saat itu, saya bekerja menjadi tukang ukir di sebuah toko mebel," katanya. Kartono, pemilik Toko Ega Jati, juga sudah mulai belajar mengukir mebel sejak masih duduk di bangku SD. Beda dengan Purwanto, ia belajar mengukir langsung dari sang orangtuan. Kebetulan orangtuanya merupakan seorang perajin mebel di Senenan.