Sentra Tanaman Makassar: Lokasi favorit (1)



Bagi warga Makassar dan sekitarnya, sentra tanaman buah dan tanaman hias di Jalan Urip Sumoharjo, Panaikang, merupakan tempat favorit untuk berburu tanaman.

Tempat ini merupakan satu-satunya sentra tanaman buah dan tanaman hias di Kota Angin Mamiri itu. Tak heran, bila sentra ini sudah sangat populer di kalangan para penyuka tanaman buah dan tanaman hias.

Sentra ini mulai ada sejak 2001. Sebelumnya, sejak tahun 1990-an, pedagang tanaman yang mangkal di tempat ini membuka lapak di dekat kantor Pertamina yang berjarak sekitar 3 kilometer (km) dari lokasi itu.


Nah, di tahun 2001, mereka terkena gusur, sehingga pindah ke Jalan Urip Sumoharjo, tempat mereka mangkal sekarang. Awalnya, lokasi itu merupakan tanah kosong. “Setelah kami pindah, lokasi ini malah menjadi asri,” kata Paulina, salah seorang pedagang.

Kios-kios tanaman ini berderet rapi di sisi kiri jalan sepanjang 300 meter tersebut. Lingkungannya juga termasuk nyaman dan bersih untuk dikunjungi. Selain itu, ada juga lahan parkir buat pengunjung yang membawa kendaraan.

Akses menuju tempat ini juga tidak sulit. Bila dari pusat Kota Makassar atau Pantai Losari, perjalanan menuju sentra ini memakan waktu sekitar 30 menit. Lokasi sentra berada sekitar 1 km dari kantor gubernur. Patokan lainnya adalah Tugu Adipura yang berada dua kilometer dari sentra.

Tempat ini diramaikan sekitar 10 pedagang. Mereka menjual aneka tanaman buah, seperti mangga, jambu, durian, nanas, belimbing, sawo, rambutan dan lain-lain.

Sementara koleksi tanaman hias ada cemara, aglaonema, dan aneka tanaman bonsai. Harga tanaman tersebut sangat bervariasi, mulai puluhan ribu hingga jutaan.

Bila masih berupa bibit, harganya jauh lebih murah dibanding yang sudah berbuah. Untuk tanaman bibit ini, menurut Paulina, salah satu pedagang, membanderol Rp 20.000 – Rp 200.000 per tanaman. Namun, jika sudah menghasilkan buah, ia menjual seharga Rp 750.000 hingga jutaan.

Selain tanaman buah, Paulina juga menjual tanaman hias, seperti aglaonema dan cemara. Dalam sehari, ia bisa menjual sekitar empat hingga lima tanaman. “Omzet saya dalam sebulan Rp 30 juta,” katanya.

Sama dengan Paulina, pedagang lain seperti Ahmad juga menjual aneka tanaman buah dan tanaman hias. Pria asli Makassar ini menjual tanaman dengan kisaran harga mulai Rp 15.000 hingga puluhan juta. Ahmad bisa mengantongi omzet Rp 50 juta dalam sebulan.

Koleksi tanaman yang dijual Ikshan Juradi, pedagang lainnya, juga terbilang lengkap. Setiap hari, ia bisa menjual sekitar lima tanaman, dengan omzet mencapai Rp 30 juta saban bulan. Menurutnya, bila ingin mencari tanaman buah, warga Makassar pasti mendatangi sentra ini.    (Bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News