Di masa-masa awal kemunculannya pada tahun 1960-an, para perajin tenun ikat di Desa Troso, Jepara hanya membuat kain tenun untuk keperluan pribadi. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa perajin tenun mulai mengkomersilkan hasil karyanya. Sampai sekarang, kain tenun ikat menjadi sandaran ekonomi warga Desa Troso. Kholifah, pengelola Toko Lestari Indah bilang, keterampilan warga dalam menenun didapat secara turun-temurun. Menurutnya, mayoritas warga, khususnya para perempuan di Desa Troso bisa menenun. "Mereka terampil membuat kerajinan tenun ikat sejak remaja," kata Kholifah.
Sentra Tenun Ikat Jepara: Usaha turun-temurun (2)
Di masa-masa awal kemunculannya pada tahun 1960-an, para perajin tenun ikat di Desa Troso, Jepara hanya membuat kain tenun untuk keperluan pribadi. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa perajin tenun mulai mengkomersilkan hasil karyanya. Sampai sekarang, kain tenun ikat menjadi sandaran ekonomi warga Desa Troso. Kholifah, pengelola Toko Lestari Indah bilang, keterampilan warga dalam menenun didapat secara turun-temurun. Menurutnya, mayoritas warga, khususnya para perempuan di Desa Troso bisa menenun. "Mereka terampil membuat kerajinan tenun ikat sejak remaja," kata Kholifah.