JAKARTA. PT Sentul City Tbk ingin menerapkan strategi sedikit berbeda pada tahun 2016. Pengembang properti tersebut akan lebih fokus mengembangkan proyek kawasan bisnis dan perkantoran ketimbang hunian. Untuk itu, Sentul City mengalokasikan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) lebih besar untuk proyek kawasan bisnis, seperti superblok atau central bussiness district (CBD). Besarannya yakni Rp 700 miliar - Rp 800 miliar. Sementara, besar belanja modal untuk proyek non-superblok sekitar Rp 400 miliar - Rp 600 miliar. Sentul City berencana membangun sejumlah proyek di atas tabungan lahan alias landbank yang ada. "Dari tanah yang dimiliki seluas 3.000 hektare (ha), sudah 1.500 ha yang digarap," terang Wakil Presiden Direktur PT Sentul City Tbk Andrian Budi Utama, Jumat (13/11).
Sentul City fokus garap pusat bisnis
JAKARTA. PT Sentul City Tbk ingin menerapkan strategi sedikit berbeda pada tahun 2016. Pengembang properti tersebut akan lebih fokus mengembangkan proyek kawasan bisnis dan perkantoran ketimbang hunian. Untuk itu, Sentul City mengalokasikan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) lebih besar untuk proyek kawasan bisnis, seperti superblok atau central bussiness district (CBD). Besarannya yakni Rp 700 miliar - Rp 800 miliar. Sementara, besar belanja modal untuk proyek non-superblok sekitar Rp 400 miliar - Rp 600 miliar. Sentul City berencana membangun sejumlah proyek di atas tabungan lahan alias landbank yang ada. "Dari tanah yang dimiliki seluas 3.000 hektare (ha), sudah 1.500 ha yang digarap," terang Wakil Presiden Direktur PT Sentul City Tbk Andrian Budi Utama, Jumat (13/11).