JAKARTA. Saham PT Japfa Tbk (JPFA) melaju seiring kesepakatan Perseroan bergabung (merger) dengan anak usahanya, PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI).Saham emiten yang bergerak di bisnis peternakan ini melejit 5,63% ke level Rp 4.225 per saham pada pukul 10.31 di Jakarta. Berbeda dengan JPFA, saham MBAI justru melorot hingga 8,97% ke posisi Rp 13.200 per saham.Kemarin, Japfa dan Multibreeder telah mengumumkan kesepakatan untuk menggabungkan usahanya kepada Bursa Efek Indonesia. JPFA akan menjadi perusahaan yang menerima penggabungan usaha.Manajemen JPFA menyebut, penggabungan usaha itu diharapkan memberi manfaat di bidang operasional, pendanaan, administrasi, dan pemenuhan kebutuhan (compliance).Masing-masing pihak telah menyepakati harga pasar wajar JPFA di Rp 4.325 per saham, dan harga pasar wajar MBAI di Rp 13.164 per saham. Nantinya, pada tanggal penggabungan usaha, JPFA akan mengeluarkan saham baru bagi pemegang saham minoritas MBAI. Rasio pertukaran dalam merger ini akan didasarkan atas harga pasar wajar JPFA dan MBAI. Data Bloomberg menunjukkan, Kim Eng Securities paling banyak memboyong saham JPFA, yaitu dengan nilai pembelian Rp 2,32 miliar. Sedangkan, broker yang paling banyak melepas saham MBAI, yaitu Anugerah Securindo Indah, sejumlah Rp 225,73 juta.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sepakat merger, JPFA melejit & MBAI melorot
JAKARTA. Saham PT Japfa Tbk (JPFA) melaju seiring kesepakatan Perseroan bergabung (merger) dengan anak usahanya, PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI).Saham emiten yang bergerak di bisnis peternakan ini melejit 5,63% ke level Rp 4.225 per saham pada pukul 10.31 di Jakarta. Berbeda dengan JPFA, saham MBAI justru melorot hingga 8,97% ke posisi Rp 13.200 per saham.Kemarin, Japfa dan Multibreeder telah mengumumkan kesepakatan untuk menggabungkan usahanya kepada Bursa Efek Indonesia. JPFA akan menjadi perusahaan yang menerima penggabungan usaha.Manajemen JPFA menyebut, penggabungan usaha itu diharapkan memberi manfaat di bidang operasional, pendanaan, administrasi, dan pemenuhan kebutuhan (compliance).Masing-masing pihak telah menyepakati harga pasar wajar JPFA di Rp 4.325 per saham, dan harga pasar wajar MBAI di Rp 13.164 per saham. Nantinya, pada tanggal penggabungan usaha, JPFA akan mengeluarkan saham baru bagi pemegang saham minoritas MBAI. Rasio pertukaran dalam merger ini akan didasarkan atas harga pasar wajar JPFA dan MBAI. Data Bloomberg menunjukkan, Kim Eng Securities paling banyak memboyong saham JPFA, yaitu dengan nilai pembelian Rp 2,32 miliar. Sedangkan, broker yang paling banyak melepas saham MBAI, yaitu Anugerah Securindo Indah, sejumlah Rp 225,73 juta.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News