Sepanjang 2015 harga tembaga tergerus 26,71%



JAKARTA. Penurunan harga tembaga cukup signifikan sepanjang tahun 2015 ini. Diprediksi penurunan pun belum akan berakhir di tahun depan. Mengutip Bloomberg, Selasa (29/12) pukul 12.16 WIB harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange merosot 1,59% ke level US$ 4.617 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Harga ini pun sudah tergerus 1,02% dalam sepekan terakhir. Wahyu Tri Wibowo, Analis Central Capital Futures menuturkan secara fundamental memang pergerakan tembaga sangat rentan. Pasalnya selama ini permintaan datang dari Negeri Tirai Bambu namun di tahun 2015 ini China bergelut dengan perlambatan yang drastis. “Otomatis harga terus meluncur ke bawah akibat rentannya krisis ekonomi yang melanda,” jelas Wahyu. Di saat permintaan terkikis kemampuan konsumen, harga jual justru melambung karena USD terangkat spekulasi The Fed. Harga sempat menembus level tertingginya sejak Desember 2014 pada 5 Mei 2015 lalu di level US$ 6.480 per metrik ton. “Itu disebabkan rebound nya harga komoditas setelah Eropa lebih stabil pasca Yunani,” kata Wahyu. Sebelum akhirnya pasar kembali berfokus ke pertemuan FOMC Desember 2015 menanti arah kebijakan moneter The Fed. Semakin dekat ke FOMC harga komoditas termasuk tembaga terus berguguran. Puncaknya, pada 23 November 2015 harga tembaga tersungkur ke level terendahnya sejak Juli 2009 di level US$ 4.490 per metrik ton. Tarik menarik sentimen China dan Amerika Serikat yang berimbas negatif pada harga tembaga jadi penyebab sepanjang tahun 2015 ini harga tembaga sudah tergerus 26,71%. "Tren harga bearish dan penurunan masih belum akan berakhir hingga penutupan perdagangan tahun ini," tambah Wahyu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News