Sepanjang 2023, Kobexindo Tractors (KOBX) Bidik Kenaikan Pendapatan Bersih 10%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten distributor alat berat, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) berusaha meningkatkan kinerjanya pada 2023 meski harga komoditas pertambangan cenderung menurun.

Per kuartal I-2023, pendapatan bersih KOBX turun 21,3% year on year (YoY) menjadi Rp 525 miliar. Di sisi lain, laba bersih KOBX naik 12,1% YoY menjadi Rp 64 miliar. 

Asal tahu saja, mulai tahun ini KOBX mengubah pencatatan laporan keuangan dari menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) menjadi rupiah. Perubahan ini dilakukan lantaran KOBX telah menggunakan rupiah dalam sebagian besar transaksi sekaligus mitigasi atas volatilitas kurs.


Wakil Presiden Direktur Kobexindo Tractors Martio menyampaikan, penurunan pendapatan bersih KOBX lebih disebabkan adanya penjualan yang tertunda dan baru bisa direalisasikan pada kuartal berikutnya. Hal ini terbukti dari capaian kontributor utama pendapatan bersih KOBX yakni penjualan unit alat berat yang turun 32,9% YoY menjadi Rp 367 miliar pada tiga bulan pertama 2023.

Baca Juga: Pertamina Geothermal (PGEO) Genjot Pendapatan dari Segmen Carbon Credit

Penurunan harga komoditas batubara juga menjadi sorotan bagi Manajemen KOBX, karena bisa mempengaruhi kinerja penjualan unit alat berat perusahaan tersebut.

"Penjualan alat berat Kobexindo didominasi oleh sektor pertambangan, sehingga bisa terdampak oleh koreksi harga batubara," ujar dia dalam paparan publik, Rabu (14/6).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kobexindo Tractors Almuqri Sagitri Putra menambahkan, pada dasarnya permintaan alat berat untuk sektor pertambangan batubara tetap terbuka. Ini mengingat produksi batubara Indonesia cukup besar, sehingga kebutuhan terhadap berbagai macam alat berat tetap tinggi. 

Walau begitu, KOBX telah melakukan langkah antisipasi dengan mendiversifikasi penjualan alat berat ke sektor non pertambangan, yakni infrastruktur. "Kami juga hadirkan produk-produk alat berat baru kepada pelanggan yang spesifikasinya cocok untuk kegiatan di luar pertambangan," ungkap Almuqri.

Manajemen KOBX tetap percaya diri dengan prospek kinerja bisnisnya selepas kuartal pertama. Hingga akhir tahun nanti, pendapatan bersih KOBX ditargetkan tumbuh 10% lebih tinggi dari capaian tahun lalu.

Demi mendongkrak kinerjanya, KOBX tidak hanya memaksimalkan penjualan alat berat ke seluruh sektor maupun diversifikasi segmen penjualan. Emiten ini juga mengoptimalkan rantai pasok dan ketersediaan suku cadang untuk alat berat yang dijual atau disewanya.

Lebih lanjut, KOBX terus melakukan efisiensi dan menjaga arus kasnya sepanjang tahun ini. Efisiensi ini terwujud lewat optimalisasi teknologi digital dalam berbagai operasional perusahaan tersebut.

KOBX pun menggelontorkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 4 juta untuk mendukung kegiatan operasional dan peremajaan unit rental alat berat. "Peremajaan unit ini sedang dalam proses," tandas Martio.

Baca Juga: M Cash (MCAS) Targetkan Pendapatan Naik 10% hingga 15% pada Tahun 2023

Sebagai informasi, KOBX menjadi agen penjualan produk alat berat merek Develon atau Doosan asal Korea Selatan dan NHL Terex asal China.

Melalui anak usahanya PT Kobexindo Equipment, KOBX menjual sejumlah alat berat dan forklift merek Minuteman (dari AS), Hako (Jerman), Jungheinrich (Jerman), Macro (Italia), Rite Hite (AS), dan Powerboss (AS).

Anak usaha KOBX lainnya yaitu PT Kobexindo Konstruksi Indonesia turut menjual forklift dan bulldozer merek Doosan Forklift (Korea Selatan), Doosan Portable Power (Korea Selatan), dan Dynapac (Swedia). KOBX melalui PT Eurotruck Transindo juga menjual mobil truk merek Mercedes-Benz Truck (Jerman).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi