Sepanjang Tahun 2021, Industri Asuransi Catatkan Pertumbuhan Kinerja



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja keuangan para pemain industri asuransi cenderung alami peningkatan seiring adanya peningkatan pada sejumlah lini bisnis di akhir tahun 2021 lalu. Misalnya, PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) yang mencatat pertumbuhan kinerja lebih dari 40% pada tahun 2021.

Kinerja perusahaan juga semakin menunjukkan penguatan pada kuartal I/2022 yang tumbuh hingga 60% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY), dengan pertumbuhan rata-rata lebih dari 30% di seluruh jalur distribusi.

Presiden Direktur Zurich Syariah, Hilman Simanjuntak, mengatakan, selain didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi selama pandemi, pertumbuhan ini juga didorong oleh kinerja lini usaha asuransi perjalanan Zurich Syariah sejalan dengan dibukanya perjalanan internasional. 


“Pada kuartal I/2022, lini usaha asuransi perjalanan menunjukkan pertumbuhan tertinggi. Tingkat vaksinasi yang semakin tinggi serta dibukanya kembali perjalanan internasional turut meningkatkan animo masyarakat untuk merencanakan perjalanan," ujar Hilman.

Baca Juga: Zurich Syariah Catatkan Pertumbuhan Kinerja Sebesar 60% di Kuartal I/2022

Perusahaan asuransi jiwa PT AXA Financial Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan kinerja pada tutup buku periode 2021, terutama terdorong oleh produk asuransi kesehatan.

Perusahaan mencatatkan total pendapatan premi konvensional dan syariah AXA Financial pada 2021 mencapai Rp 1,32 triliun, sebesar 47% di antaranya disumbang produk asuransi kesehatan, 28% asuransi unit-link, sementara 25% lainnya untuk tradisional.

Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya, AXA Financial mencatatkan pendapatan premi Rp 1,3 triliun, terbagi untuk asuransi kesehatan 48%, asuransi unit-link 29%, dan produk asuransi tradisional 23%.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong total aset yang sepanjang 2021 tumbuh sebesar 1,5%. Sehingga, total aset yang dimiliki perusahaan per 31 Desember 2021 mencapai Rp 6,45 triliun.

Sementara itu, laba bersih yang dibukukan oleh perusahaan di 2021 sebesar Rp 125,9 miliar. Pencapaian tersebut tumbuh 75% dari tahun sebelumnya. Itu sudah termasuk pendapatan asuransi syariah yang ada di dalamnya sebesar Rp 2,5 miliar. Selain itu, perusahaan juga masih mampu mempertahankan rasio solvabilitas perusahaan yang sebesar 406%, di atas syarat minimum yang ditetapkan OJK yaitu 120%.

Selanjutnya ada, PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) yang menunjukkan pertumbuhan yang positif sepanjang tahun 2021. Hal ini tercermin salah satunya pada pertumbuhan Premi Bruto (gross written premium/GWP) yang naik menjadi Rp5,7 triliun dari Rp3,7 triliun di tahun 2020. Dengan demikian, premi bruto Astra Life tumbuh sebesar 50% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan ini tercatat berada diatas rata-rata pertumbuhan industri, dimana industri asuransi jiwa di Indonesia mencatat total pendapatan premi sebesar Rp202,93 triliun atau tumbuh sebesar 8,2%.

“Di tengah keadaan yang menantang dan perubahan yang terjadi di tahun 2021, Astra Life tetap mampu memberikan layanan terbaik dan melindungi lebih banyak nasabah, yang merupakan hasil upaya kami dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis dengan mengoptimalkan digitalisasi," kata Windawati Tjahjadi, Presiden Direktur Astra Life.

Editor: Handoyo .