Sepanjang Tahun 2023, Pyridam Farma (PYFA) Bukukan Kerugian Rp 85,22 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) telah merilis laporan keuangan tahun buku 2023. Perusahaan ini membukukan penurunan kinerja dibanding tahun sebelumnya. 

Berdasarkan laporan keungan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), PYFA mesti menanggung rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 85,22 miliar di tahun lalu. Padahal, pada tahun 2022 PYFA masih mencetak laba bersih sebesar Rp 275,41 miliar. 

Penurunan laba bersih tersebut sejalan dengan penurunan penjualan neto sebanyak 1,86% year on year (yoy). Angkanya menurun, dari semula Rp 715,42 miliar di 2022 menjadi Rp 702,06 miliar di 2023. 


Baca Juga: Perluas Pasar, Pyridam Farma (PYFA) Akuisisi Perusahaan Farmasi Australia

Penjualan neto tersebut terbagi atas penjualan lokal sebesar Rp 861,83 miliar dan penjualan ekspor Rp 1,17 miliar. Kemudian dikurangi oleh retur dan potongan penjualan sebesar Rp 160,94 miliar. 

Pada saat yang sama, beban pokok penjualan PYFA menurun 12,44% yoy menjadi Rp 406,75 miliar. Sehingga menghasilkan kenaikan laba bruto sebesar 17,72% yoy menjadi Rp 295,31 miliar. 

 
PYFA Chart by TradingView

PYFA juga tercatat membukukan kenaikan beban penjualan dan pemasaran. Pada tahun lalu, angkanya meningkat 7,43%, dari sebelumnya Rp 175,67 miliar di tahun 2022 menjadi Rp 188,73 miliar. 

Begitu pula dengan beban umum dan administrasi yang naik 3,29% yoy, dari Rp 110,75 miliar menjadi Rp 114,40 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .