Sepatu 2 warna Puma tahan penurunan laba



FRANKFURT. Puma SE dinilai cukup berhasil menahan penurunan laba tahun ini. Harga sahamnya naik, meski mengumumkan penurunan laba sebelum bunga dan pajak kuartal II (April-Juni) 60% year on year.

Perusahaan perlengkapan olahraga asal Jerman ini mencatat laba di akhir Juni mencapai 12,6 juta euro (US$ 16,9 juta). Penjualannya turun 6% menjadi 652,2 juta.

Meski anjlok, kinerja perusahaan masih lebih baik dibanding perkiraan pasar yang meramal laba sebelum bunga dan pajak hanya 10,2 juta euro. 


Chief Executivee Officer (CEO) Bjoern Gulden saat ini dalam tahap mengatur ulang posisi Puma sebagai penjual perlengkapan olah raga. Ini akan menyeimbangkan bisnis Puma yang selama ini terfokus pada lifestyle.

Saham Puma sempat naik 3,1% di bursa Frankfurt, sedikit mengobati penurunan 14% yang terjadi sepanjang tahun ini. 

Penjualan sepatu pink-biru terang EvoPowe dan EvoSpeed yang digunakan beberapa pemain bola di Piala Dunia menjadi penolong penjualan Puma di kuartal kedua. Puma juga mengendalikan ongkos promosi dan beban, serta menaikkan margin penjualan menjadi 46,7% dari sebelumnya 46%. 

Tak hanya menggeser inti bisnis, Puma juga merombak jajaran manajemennya. Hari ini, Puma memperkenalkan Lars Radoor Soerensen, mantan direktur operasional di Esprit Holdings, untuk menduduki posisi yang sama di Puma per November mendatang. Soerensen juga pernah menduduki jabatan eksekutif di Lego Group dan Adidas AG. 

Untuk mendorong penjualan, Puma juga akan memberondong pasar dengan kampanye "Forever Faster". Bentuknya seperti gerai penjualan Puma Lab yang nebeng di 100 toko American Foot Locker Inc. 

Puma yang tertinggal dari Nike Inc dan Adidas AG, akan menggenjot promosi di sisa tahun 2014. Dengan strategi ini, Puma menargetkan penjualan mencapai 2,9 miliar. Nilai ini sekitar 15% dari penjualan Nike.

Editor: Sanny Cicilia