JAKARTA. Meskipun pemerintah memutuskan China menurunkan bea masuk impor produk konsumsi termasuk sepatu dari 22%-24% menjadi 12% tak berdampak banyak bagi industri sepatu Indonesia. Sebab, selama ini China bukanlah tujuan ekspor sepatu dari Indonesia. "Ekspor alas kaki ke China juga tak terlalu besar," kata Ramon Bangun, Direktur Industri Tekstil dan Aneka, Kementerian Perindustrian kepada KONTAN, Senin (15/6). Selain itu, ekspor sepatu ke China sudah mendapatkan perlakuan khusus lewat perdagangan bebas (free trade agreement) Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA). Sejak saat ini ekspor-impor China ke Asia Tenggara termasuk Indonesia sudah bebas bea masuk. "Jadi tak ada pengaruhnya," ujar Ramon.
Sepatu lokal sulit menapak di Tiongkok
JAKARTA. Meskipun pemerintah memutuskan China menurunkan bea masuk impor produk konsumsi termasuk sepatu dari 22%-24% menjadi 12% tak berdampak banyak bagi industri sepatu Indonesia. Sebab, selama ini China bukanlah tujuan ekspor sepatu dari Indonesia. "Ekspor alas kaki ke China juga tak terlalu besar," kata Ramon Bangun, Direktur Industri Tekstil dan Aneka, Kementerian Perindustrian kepada KONTAN, Senin (15/6). Selain itu, ekspor sepatu ke China sudah mendapatkan perlakuan khusus lewat perdagangan bebas (free trade agreement) Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA). Sejak saat ini ekspor-impor China ke Asia Tenggara termasuk Indonesia sudah bebas bea masuk. "Jadi tak ada pengaruhnya," ujar Ramon.