Sepekan depan, IHSG akan konsolidasi



JAKARTA. Pada akhir pekan kemarin, Jumat (27/1) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 2,98 poin atau naik 0,07% di posisi 3.986,41. Selama sepekan, (24 Januari-27 Januari), IHSG masih terkoreksi tipis 0.003%.

Pergerakan sektor saham selama seminggu kebelakang dikatakan mix atau bercampur, dengan katalis datang dari The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga rendah sampai akhir tahun 2014.

Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Asset Management mengungkapkan, selama sepekan kemarin, sektor pertambangan reli terdepan 1,47%. Kemudian disusul sektor properti yang terangkat 1,09%, sementara sektor industri naik 0,41%.


Pada akhir pekan penutupan Wallstreet, Sabtu (28/1), ternyata diwarnai aksi jual karena didorong berita negatif tentang gross domestic product (GDP) alias PDB Amerika Serikat (AS) yang tercatat naik, namun tidak sebesar ekspektasi pasar sebelumnya.

Oleh karena itu, pada pembukaan besok, Senin (30/1) Reza memperkirakan IHSG akan terkoreksi, namun koreksinya masih terbilang wajar. Skala penurunan IHSG menurut Reza, tergantung dari besaran respon bursa regional terhadap berita negatif dari WallStreet, terutama respon dari Hangseng dan Bursa Shanghai. "Kalo Hangseng dan Shanghai turun dalam, ada kemungkinan IHSG ikut terkoreksi cukup tajam," jelas Reza.

Namun selama sepekan kedepan, Reza mencermati, pergerakan IHSG cenderung dalam fase konsolidasi. Fase konsolidasi ini terjadi, mengingat fundamental ekonomi Indonesia masih positif namun masih rentan terhadap berita negatif global yang pengaruhnya bakal mendominasi pergerakan IHSG.

Reza berpendapat, IHSG akan bergerak ke 3.900 sampai 3.942 sebagai level supportnya dan di level 4.031 sampai -4.050 sebagai level resistance selama seminggu kedepan. Kemungkinan sektor keuangan akan bullish secara teknikal, begitupun dengan sektor pertambangan dan sektor infrastruktur.

"Ketiga sektor itu masih di batas tengah bollinger bands," tambah Reza. Pergerakan IHSG, kata Reza, akan cenderung mengikuti bursa regional yang menunggu hasil pertemuan kreditur swasta Yunani dengan pemerintah Yunani, terkait restrukturisasi utang. Di pekan ini, Reza mengingatkan adanya pengumuman inflasi dalam negeri untuk Januari oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News