Sepekan Investasi: Rupiah bergerak mendatar



Pekan ini agaknya pelaksanaan tax amnesty menjadi sentimen yang menguatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).  Lihat saja pada pembukaan hari pertama indeks turun menjadi 5.102,52 langsung melonjak 25 poin di penutupan menjadi 5.127,74. Menurut  analis Reliance Securities Lanjar Nafi,  hal itu dipicu sentimen rilisnya Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tata cara pelaksanaan tax amnesty berikut dengan dana repatriasinya. Namun, menjelang akhir pekan, sentimen tax amnesty mulai diabaikan. Berikut pergerakan IHSG selama sepekan:

Senin (18/7), IHSG dibuka di dua zona. Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.24 WIB, indeks tercatat turun 0,15% menjadi 5.102,52. Pada transaksi sebelumnya, indeks sempat naik 0,1% ke level 5.116,47. Volume transaksi perdagangan hari ini melibatkan 982,783 juta saham dengan nilai transaksi Rp 1,031 triliun.

Sesi I, IHSG berhasil rebound di akhir sesi ini. Data RTI menunjukkan, pada pukul 12.00 WIB, indeks tercatat naik 0,32% menjadi 5.126,74. Volume transaksi pagi ini melibatkan 3,035 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,063 triliun.


Sesi II, IHSG melaju mengawali perdagangan. Mengacu data RTI, indeks ditutup naik 0,34% atau 17,323 poin ke level 5.127,501. Perdagangan awal pekan ini melibatkan 7,59 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,32 triliun.

• "IHSG bergerak menguat meski sempat tertekan di awal sesi perdagangan. Investor asing yang masih melakukan aksi beli menjadi salah satu pendorong penguatan indeks BEI," kata analis Reliance Securities Lanjar Nafi. Sementara itu, William Surya Wijaya, Analis Asjaya Indosurya Securities, menuturkan bahwa pergerakan pasar hari ini dipicu sentimen rilisnya Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tata cara pelaksanaan tax amnesty berikut dengan dana repatriasinya. Selain itu, pasar juga akan mulai melirik kinerja emiten di kuartal kedua yang akan dirilis pada pekan ini.

Selasa (19/7), IHSG dibuka di zona aman pada pagi ini. Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.30 WIB, indeks mencatatkan kenaikan 0,31% menjadi 5.143,36. Volume transaksi perdagangan pagi ini melibatkan 1,189 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 986,817 miliar. Kenaikan indeks ditopang oleh kenaikan 129 saham. Sementara itu, jumlah saham yang tertekan sebanyak 70 saham dan 90 saham lainnya diam di tempat.

Sesi I, IHSG semakin bertenaga menjelang penutupan sesi ini.  Volume transaksi IHSG di paruh pertama hari ini melibatkan 3,735 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 4,195 triliun.

Sesi II, IHSG terus melaju. Mengacu data RTI, indeks ditutup naik 0,88% atau 45,329 poin ke level 5.172,830. Perdagangan hari ini melibatkan 7,i04 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,05 triliun

• Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, dimulainya pelaksanaan amnesti pajak akan mendorong pendapatan dan belanja negara. Situasi itu kembali menjadi salah satu faktor pendorong bagi pelaku pasar melanjutkan aksi beli saham sehingga indeks BEI bergerak di area positif. "Pendapatan dan belanja negara yang meningkat akan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik," katanya dikutip dari Antara.

Rabu (20/7), IHSG dibuka dengan senyuman lebar pada transaksi pagi ini. Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.15 WIB, indeks mencatatkan kenaikan 0,7% menjadi 5.208,09. Volume transaksi perdagangan pagi ini melibatkan 802,538 juta saham dengan nilai transaksi Rp 794,472 miliar.

Sesi I, IHSG masih terus berlangsung hingga akhir sesi. Mengutip data RTI, pada pukul 12.00 WIB, indeks tercatat naik 0,8% menjadi 5.214,22. Volume transaksi perdagangan hari ini melibatkan 4,538 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 4,168 triliun.

Sesi II, IHSG melanjutkan relinya sekaligus menyentuh rekor. Mengacu data RTI, indeks ditutup naik 1,35% atau 69,993 poin ke level 5.242,823. Perdagangan hari ini melibatkan 8,31 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 8.16 triliun.

• "Euforia pasar atas amnesti pajak masih menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan IHSG dalam beberapa hari terakhir ini," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere dikutip dari Antara.

Kamis (21/7), IHSG masih memiliki tenaga ekstra sehingga dibuka positif hari ini. Mengutip data RTI, pada pukul 09.17 WIB, indeks mencatatkan kenaikan 0,3% menjadi 5.257,95. Volume transaksi perdagangan pagi ini melibatkan 782,933 juta saham dengan nilai transaksi Rp 671,792 miliar.

Sesi I, meski berhasil mempertahankan posisi di zona hijau, tenaga IHSG mulai berkurang. Data RTI menunjukkan, pada akhir sesi I, indeks ditutup dengan kenaikan 0,28% menjadi 5.257,48. Volume transaksi perdagangan siang ini melibatkan 3,418 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,105 triliun. Kenaikan indeks mendapat sokongan 150 saham. Sedangkan jumlah saham yang turun sebanyak 109 saham dan 105 saham lainnya tak berubah posisi.

Sesi II, IHSG tergelincir menutup perdagangan meski masih mantap di level 5.200. Mengacu data RTI, indeks ditutup turun 0,49% atau 25,850 poin ke level 5.216,973. Perdagangan hari ini melibatkan 7,88 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,21 triliun.

Jumat (22/7), IHSG dibuka terkulai. Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.10 WIB, indeks tertekan 0,46% menjadi 5.192,85. Volume transaksi sore ini melibatkan 467,542 juta saham dengan nilai transaksi Rp 260,187 miliar.

Sesi I, IHSG tertekan semakin dalam di akhir sesi. Pada pukul 11.30 WIB, indeks tercatat turun 0,7% menjadi 5.180,89. Volume transaksi perdagangan hari ini melibatkan 3,023 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,939 triliun.

Sesi II, IHSG kembali tergelincir mengikuti pelemahan bursa Asia menutup pekan. Mengacu data RTI, indeks ditutup turun 0,38% atau 19,722 poin ke level 5.197,25. Perdagangan hari ini melibatkan 5,69 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,76 triliun.

• Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan, laju IHSG tertahan karena faktor teknikal, sebagian pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung terhadap saham-saham yang telah masuk dalam area jenuh beli (overbought). "Sentimen amnesti pajak untuk sementara waktu cenderung diabaikan sebagian pelaku pasar saham di dalam negeri," katanya dikutip dari Antara.

RUPIAH

Tingginya ketidakpastian di pasar global mampu diredam oleh fundamental dalam negeri yang positif. Hal tersebut lantas memicu pergerakanrupiah yang flat sepanjang pekan ini. Berikut pergerakan rupiah selama sepekan:

Senin (18/7), di pasar spot, posisi rupiah terangkat 0,07% ke level Rp 13.087 per dollar AS dibandingkan dengan hari sebelumnya. Sementara itu, di kurs tengah Bank Indonesia nilai tukar rupiah justru terkikis 0,20% di level Rp 13.112 per dollar AS.

• Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk, menjelaskan penguatan masih terjadi karena di awal pekan sajian data ekonomi AS masih minim. Meski di akhir pekan data inflasi dan penjualan ritel AS positif, hal tersebut dikalahkan oleh jajaran data ekonomi domestik yang mengkilap.

Selasa (18/7), di pasar spot posisi rupiah tergelincir tipis di hadapan dollar AS 0,02% ke level Rp 13.089 per dollar AS ketimbang hari sebelumnya. Berbeda, di kurs tengah Bank Indonesia valuasi rupiah terangkat 0,19% di level Rp 13.086 per dollar AS.

• Agus Chandra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, menuturkan pelemahan tipis yang terjadi merupakan koreksi sementara. Pasca-penguatan rupiah yang tergolong signifikan beberapa hari terakhir. Sebab, bila berkaca dari fundamental domestik rupiah masih punya kesempatan untuk pertahankan penguatan. “Dilaksanakannya tax amnesty jelas jadi harapan yang positif,” ujar Agus.

Rabu (20/7), posisi rupiah pada transaksi siang ini bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.49 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,03% menjadi 13.093 per dollar AS. Sementara itu, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) melemah 0,1% ke posisi 13.100. Kemarin, kurs JISDOR rupiah berada di level 13.086 per dollar.

• Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Agus Chandra menuturkan, saat ini pelaku pasar sedang menanti hasil Rapat Dewan Gubernur BI. “Itu menyebabkan pasar cenderung bersikap wait and see,” kata Agus.

Sore, rupiah melemah terhadap dollar AS di hari ketiga ini. Mengacu data Bloomberg, di pasar spot rupiah ke Rp 13.112 dollar AS atau melemah 0,18% dari sebelumnya Rp 13.089 per dollar AS.

• "Laju penguatan nilai tukar rupiah cenderung tertahan di tengah pergerakan dollar AS yang menguat di kawasan Asia," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta dikutip dari Antara.

Kamis (21/7), posisi rupiah menguat tipis pada transaksi perdagangan pagi ini. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 10.55 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 0,05% menjadi Rp 13.105 per dollar AS. Sebaliknya, kurs JISDOR rupiah pagi ini melemah 0,16% menjadi Rp  13.122 dari posisi kemarin 13.100.

Sore, di pasar spotvaluasi rupiah terangkat tipis 0,10% di level Rp 13.099 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Sedangkan di kurs tengah Bank Indonesia mata uang masih mencatatkan koreksi 0,16% ke level Rp 13.122 per dollar AS.

• Resti Afiadinie, Analis Treasury PT Bank Negara Indonesia Tbk menuturkan, pasca-keputusan rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga di level 6,5%, rupiah mendapatkan kekuatannya. Selain memang secara fundamental dari dalam negeri cukup kuat. “Mulai dari arus dana asing yang masuk, optimisme tax amnesty hingga pertahankan suku bunga, semua positif bagi nilai tukar,” ujar Resti. Karena memang pengaruh signifikan yang bisa menentukan arah pergerakan datangnya dari dalam negeri, setelah dari eksternal minim sentimen. Pasar masih menanti sajian data ekonomi AS yang itu pun diprediksi negatif.

Jumat (22/7), di pasar spot posisi rupiah terangkat tipis 0,03% di level Rp 13.095 per dollar AS sementara dalam sepekan konsolidasi dengan kecenderungan menguat tipis 0,007%. Sejalan, di kurs tengah Bank Indonesia nilai tukar rupiah menguat 0,15% di level Rp 13.102 per dollar AS dengan sepekan unggul 0,12%.

• Josua Pardede, Ekonom Bank Permata, menuturkan, secara keseluruhan pekan ini rupiah bergerak mendatar dengan rentang yang sempit. Sentimen dalam negeri seperti laporan cadangan devisa, surplus neraca perdagangan, hingga keputusan Bank Indonesia menahan suku bunganya mampu menjaga valuasi rupiah.

“Sebab, sentimen eksternal beragam,” ujar Josua. Sejak awal pekan sajian data ekonomi AS bervariasi, ditambah pasar antisipasi pertemuan European Central Bank di tengah pekan. Selain itu komentar Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda untuk menolak pelonggaran stimulus tambahan juga sesaat memberi guncangan eksternal.

Hal tersebut sebenarnya mengangkat dollar AS namun di sisi lain rupiah punya kekuatan untuk bertahan. “Sehingga level pergerakannya di situ saja,” tambah Josua.

EMAS

Dibuka pada level Rp 602.000 per gram, harga emas Antam langsung ditutup dilvel Rp Rp 605.000. Dengan demikian, selama sepekan emas Antam hanya naik sebesar Rp 3.000. Berikut harga emas Antam selama sepekan:

Senin (18/7), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam berada di posisi Rp 602.000. Angka ini naik Rp 1.000 dari posisi harga Jumat (16/7).

Selasa (19/7), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 526.000. Angka ini turun Rp 1.000 jika dibandingkan dengan harga Rabu (17/9).

Rabu (20/7), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam hari ini berada di posisi Rp 602.000. Angka ini naik Rp 1.000 dari posisi harga Selasa (19/7).

Kamis (21/7), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam berada di posisi Rp 597.000. Angka ini turun Rp 5.000 dari posisi harga Rabu (20/7).

Jumat (22/7), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam berada di level Rp 605.000. Angka ini naik Rp 8.000 dari posisi harga Kamis (21/7).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Adi