Sepekan Investasi: Waduh, rupiah sempat 14.000



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini terus meluncur turun. Dibuka di level 4.510,47 ditutup di level 4.335,9.  Selama sepekan IHSG tergerus 5,44%.  

Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities, menilai pengaruh sentimen negatif eksternal salah satunya devaluasi mata uang yuan kembali menekan IHSG secara signifikan selama sepekan. Di sisi lain, bursa saham global juga tengah dilanda ketidakpastian akibat pernyataan Federal Reserve alias The Fed yang kembali ambigu soal kepastian waktu kenaikan suku bunga.

Adapun  Analis Sucorinvest Central, Gani Achmad Yaki Yamani, melihat pasar merespons negatif perseteruan di tubuh kabinet baru. Konflik ini menambah kegelisahan pasar yang sudah gundah akibat perlambatan ekonomi. "Bagaimana pelaku pasar akan optimistis, jika pemerintahan tidak saling mendukung," ujar Achmad.


Equity Sales Mandiri Sekuritas, Akmal Rangga Putra, mengatakan bahwa pelemahan bursa saham terjadi hampir di seluruh regional Asia dan Eropa menyusul catatan hasil rapat The Fed bahwa AS masih khawatir terhadap masih rendahnya angka inflasinya dan devaluasi mata uang oleh China, Vietnam, dan Kazakhstan.

Ah, pasar saham memang sedang menanti keajaiban untuk bangkit lagi.

Berikut pergerakan saham selama sepekan:

Selasa (18/8), IHSG turun tajam mengawali perdagangan usai libur. Data RTI menunjukkan indeks terkoreksi 0,80% atau 36 poin ke level 4.549,84 pada pukul 09.48 WIB. Tercatat 144 saham bergerak turun, 60 saham bergerak naik, 52 saham stagnan. Perdagangan pagi ini melibatkan 995 juta lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 995 miliar.

Sesi I, data RTI menunjukkan indeks terkoreksi dalam 0,93% atau 42,65 poin ke level 4.542,73 pada pukul 12.00 WIB. Tercatat, 185 saham bergerak turun, 58 saham bergerak naik, dan 60 saham stagnan.   Perdagangan di sesi pertama ini melibatkan 2,2 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2 triliun. Secara sektoral, sembilan dari 10 indeks sektoral memerah.

IHSG kembali terpuruk di akhir sesi II. Data RTI menunjukkan, pada pukul 16.00 WIB, indeks tercatat turun 1,63% menjadi 4.510,47. Ada 220 saham yang merosot. Sementara itu, jumlah saham yang naik sebanyak 56 saham dan 65 saham lainnya tak bergerak. Volume transaksi perdagangan sore ini melibatkan 3,961 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,899 triliun.

Rabu (19/8), IHSG bergerak liar pada pembukaan pagi ini. Data RTI menunjukkan, pada pukul 09.37 WIB, indeks tercatat naik 0,07% menjadi 4.513,27. Pada transaksi sebelumnya, indeks sempat tertekan 0,2% ke level 4.499,95.

Sesi I, IHSG merosot di akhir perdagangan. Indeks merosot 0,66% atau 29,67 poin ke level 4.480,81 pada pukul 12.00. Sebanyak 146 saham merosot berbanding 85 yang mengalami penguatan. Adapun 82 saham lainnya tak bergerak.

IHSG memerah di tengah pelemahan bursa global. Data RTI menunjukkan indeks turun 0,58% atau 26,236 poin ke level 4.484,24 pukul 16.00 WIB. Tercatat 167 saham bergerak turun, 108 saham bergerak naik, dan 75 saham stagnan. Perdagangan hari ini melibatkan 4,4 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,5 triliun.

Kamis (20/8), IHSG pada awal perdagangan kembali terpuruk di zona merah. IHSG dibuka turun 13,69 poin ke posisi 4.470,55. Hingga sekitar pukul 09.20 WIB, indeks makin terpuruk ke posisi 4.446,19 atau melemah 0,85%  (38,06 poin). Tercatat hanya 40 saham yang bergerak naik, 128 saham turun, dan 60 stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 2,75 triliun dengan volume 1,47 miliar lot saham.

Sesi I, IHSG masih terbenam di zona merah. Data RTI menunjukkan, pada pukul 12.00 WIB, indeks ditutup dengan penurunan 0,77% menjadi 4.449,57. Jumlah saham yang melorot sebanyak 185 saham. Sementara itu, jumlah saham yang naik sebanyak 57 saham dan 72 saham lainnya tak berubah posisi. Volume transaksi pagi ini melibatkan 3,824 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 4,299 triliun.   IHSG terkoreksi hampir 1% di tengah pelemahan bursa global. Data RTI menunjukkan indeks turun 0,94% atau 42,33 poin ke level 4.441,91 pukul 16.15 WIB. Dengan kata lain, IHSG kembali terdampar ke level terendah. Tercatat 227 saham bergerak turun, 58 saham bergerak naik, dan 70 saham stagnan. Pada perdagangan hari ini melibatkan 5,9 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,3 triliun.

Jumat (21/8), IHSG memerah pada pembukaan perdagangan di akhir pekan ini. Data RTI menunjukkan indeks jatuh 1,80% atau 71,4 poin ke level 4.369,2 pukul 09.16 WIB. Tercatat 162 saham bergerak turun, 23 saham bergerak naik, dan 41 saham stagnan. Pada pembukaan perdagangan pagi ini melibatkan 491 juta lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 479 miliar.

Sesi I, IHSG tenggelam. Data RTI menunjukkan indeks terkoreksi dalam 2,05% atau 91,1 poin ke level 4.350,75 pada pukul 11.30 WIB. Tercatat 242 saham bergerak turun, 37 saham bergerak naik, dan 40 saham stagnan. Perdagangan di sesi pertama ini melibatkan 2,9 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,4 triliun.

IHSG ambruk menutup pekan ini. Data RTI menunjukkan indeks terkoreksi tajam 2,39% atau 105,9 poin ke level terendah 4.335,9 pukul 16.15 WIB. Tercatat 234 saham bergerak turun, 59 saham bergerak naik, dan 63 saham stagnan. Perdagangan hari ini melibatkan 5,2 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,8 triliun.

Rupiah Pekan ini rupiah tertekan semakin dalam dan mencapai puncaknya pada akhir pekan. Jumat  (21/8) ini rupiah jatuh menembus Rp 13.900, bahkan rupiah sempat  terpeleset  ke kisaran Rp 14.000 per dollar AS. Beruntung, rupiah bisa kembali menguat ke kisaran Rp 13.900-an per dollar AS. selama sepekan harga mata uang RI ini sudah turun 1,11%.

Memang, menurut Trian Fatria, Research and Analyst Divisi Tresuri PT Bank BNI, belum ada potensi untuk penguatan rupiah pasca-devaluasi yuan pekan lalu. "Rupiah terdepresiasi tajam juga karena minimnya katalis positif dari dalam negeri," ujar Trian. Bahkan, Trian menilai, pelemahan indeks dollar AS tidak bisa diambil rupiah sebagai momentum untuk penguatan.

Trian memperkirakan pekan depan rupiah masih cenderung melemah. Begitu juga di kurs tengah Bank Indonesia, posisi rupiah merosot 0,41% menjadi Rp 13.895, melemah 0,95% dalam sepekan terakhir. Trian memprediksi, pekan depan kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.875 – Rp 13.975 per dollar AS.

Berikut pergerakan rupiah selama sepekan:

Senin (18/8), penguatan dollar AS semakin tidak terbendung terhadap rupiah. Mengacu data Bloomberg, di pasar spot rupiah kembali melemah ke Rp 13.849 per dollar AS atau 0,14% dari sebelumnya yang Rp 13.822 per dollar AS pukul 11.00 WIB. Sementara itu, mengacu kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah tenggelam ke Rp 13.831 per dollar AS atau 0,49% dari sebelumnya yang Rp 13.763 per dollar AS.

Selasa (19/8), mengutip Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah menguat tipis tak sampai 0,1% ke Rp 13.824 per dollar AS. Kemarin, pasangan USD/IDR di level Rp 13.831. Di pasar spot, pelemahan rupiah lebih terasa. Rupiah diperdagangkan di Rp 13.831 per dollar AS pada pukul 11:01, melemah 0,22% dibandingkan dengan posisi kemarin Rp 13.800.

Rabu (20/8), pada awal perdagangan pagi ini, seperti ditunjukkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, mata uang Garuda berada di posisi Rp 13.811 per dollar AS, lebih rendah ketimbang  penutupan kemarin pada 13.800.

Kamis (21/8), nilai tukar rupiah di pasar spot hari ini kembali babak belur, bahkan sempat menyentuh level Rp 13.917. Posisi terendah sejak krisis tahun 1998. Namun, data Bloomberg pada sore hari menunjukkan, mata uang Garuda berada di posisi Rp 13.885 per dollar AS, melemah dibandingkan penutupan kemarin pada Rp 13.842,5. Adapun kurs tengah Bank Indonesia (JISDOR) hari ini berada di posisi Rp 13.838 per dollar AS, lebih rendah  ketimbang  posisi sebelumnya pada 13.824.

Jumat (21/8), di pasar spot, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS turun 0,41% ke Rp 13.941.

Emas Harga emas Antam pekan ini cenderung untuk terus menanjak. Dibuka pada Selasa (18/8) di Rp 547.00 terus merangkak naik hingga mencapai harga tertinggi di level Rp 560.000. Kenaikan emas Antam ini agaknya merupakan respons dari kenaikan harga emas dunia.

Harga emas global terus menguat untuk hari kelima ke level tertinggi lebih dari enam minggu seiring tanda-tanda kemungkinan Federal Reserve (The Fed) menunda kenaikan suku bunga karena  masih rendahnya inflasi dan menyebarnya selloff di pasar negara berkembang.

Emas untuk pengiriman segera naik sebanyak 1,4 % ke level $ 1,168.39 per ons troi, level tertinggi sejak 7 Juli, sebelum diperdagangkan pada level U$ 1,158.75 di pukul 02:57 siang waktu Singapura, menurut harga publik Bloomberg. Logam ini telah melonjak 3,9 % minggu ini dan bersiap untuk meraih keuntungan terbesar sejak Januari.

Berikut perkembangan harga emas Antam selama sepekan:

Selasa (18/8), Seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 547.000. Angka ini sama dari posisi harga Sabtu (15/8).

Rabu (19/8), Seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 548.000. Angka ini naik Rp 1.000 dibandingkan dengan harga sehari sebelumnya.

Kamis (20/8), harga emas batangan PT Aneka Tambang Antam naik Rp 4.000 menjadi Rp 552.000 per gram.

Jumat (21/8), Seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 560.000. Angka ini naik Rp 8.000 dari posisi harga Kamis (20/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Adi