Sepekan rupiah menguat 1,11%, ini penyokongnya



JAKARTA. Mata uang garuda mendapat sokongan dari sisi internal dan eksternal. Akhirnya, rupiah mampu mengungguli dollar AS dalam sepekan terakhir.

Di pasar Spot, Jumat (5/2) rupiah menguat 0,12% ke level Rp 13.624 dibanding sehari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, rupiah menguat 1,11%. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah menguat tipis 0,006% ke level Rp 13.653 per dollar AS serta menanjak 1,7% dalam sepekan terakhir.

Analis PT SoeGee Futures, Nizar Hilmy mengatakan, penguatan rupiah dalam sepekan terakhir lantaran didukung oleh faktor internal dan eksternal.


Di awal pekan, rupiah menguat tajam setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) mengumumkan pemangkasan suku bunga hingga ke level negatif. "Kebijakan BOJ mendorong aliran dana ke aset dengan yield tinggi sehingga turut mendorong inflow ke Indonesia," paparnya.

Penguatan rupiah juga mendapat dukungan dari data inflasi bulan Januari 2016 sebesar 0,51%. Rupiah sempat tertekan, sebelum akhirnya kembali bertenaga menjelang akhir pekan.

Penyebabnya, dollar AS jatuh terseret oleh komentar pejabat The Fed yang mulai ragu terhadap kenaikan suku bunga tahun ini. Data - data ekonomi AS seperti manufaktur dan tenaga kerja juga menunjukkan hasil negatif.

Dari dalam negeri, penguatan rupiah ditopang data Produk Domestik Bruto (PDB) yang berada di angka 4,79% sepanjang tahun 2015. Pertumbuhan tersebut sebenarnya melambat jika dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 5,02%.

Namun secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2015 sebesar 5,04% berada di atas proyeksi sebesar 4,9%. Data tersebut menambah deretan sentimen positif penggerak rupiah pekan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto